oleh

MAN 1 Model Juara Umum OSN

Raih 3 Emas dan 2 Perunggu

LINGGAU POS ONLINE, KALI SERAYU – Siswa-siswi MAN 1 Model Lubuklinggau kembali berhasil mengukir prestasi dan mempertahankan gelar juara mereka pada perhelatan kompetisi tahunan Olympiade Sains Nasional (OSN) SMA/MA Tingkat Kota Lubuklinggau telah digelar Rabu, 28 Februari 2018 lalu.

Dalam kompetisi ini, dari sembilan orang siswa yang mewakili 9 cabang olimpiade OSN, MAN 1 Model Lubuklinggau berhasil merah lima medali, yang terdiri dari 3 medali emas dari bidang Kimia berhasil diraih oleh Meyshin Herawati, Biologi Husaini Purnama Aji, dan Geografi Ega AssyfaGhefirananda. Serta dua perunggu dari bidang Kebumian didapat oleh Ronaldo Aprilian dan Fisika oleh Aisyah Ilmidiena Safitri.

Kata Kepala MAN 1 Model Lubuklinggau, Taslim saat dibincangi wartawati koran ini, Sabtu (3/3). Ia mengucapkan selamat, apresiasi dan bangga kepada semua siswa-siswinya yang telah memberikan hasil terbaiknya pada kompetisi ini.

“Sangat bersyukur, kerja keras anak-anak pada OSN tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya dapat meraih prestasi yang membanggakan. Terkhusus tahun ini MAN 1 memperoleh 3 emas dan 2 perunggu yang sepertinya menjadi Juara Umum tahun ini. Dan Alhamdulillah sebelum-belumnya pun dua secara berturut-turut MAN 1 juga pernah menjadi juara umum. Sehingga olimpiade sains ini adalah unggulan di MAN 1 Model Lubuklinggau,” ungkapnya.

Pada dasarnya, lanjut Taslim, seperti biasa dilakukan penjaringan di tingkat sekolah dan kemudian siswa-siswi yang terpilih langsung di bimbing oleh guru pembimbing bidang studi masing-masing.

“Dari proses bimbingan dengan guru-guru berpengalaman dalam bidang olimpiade inilah, sehingga anak-anak siap untuk mengikuti kompetisi yang sudah diprogramkan masing-masing guru pembimbing,” tambahnya.

Taslim juga mengatakan bahwa tahun ini, pihaknya tidak menargetkan juara umum. Tetapi saat siswa-siswinya akan berangkat mengikuti OSN. Dirinya berpesan kepada siswa-siswinya agar tetap semangat dan mengingat bahwa olimpiade ini adalah tiangnya MAN 1 dan nomor satu di MAN 1.

“Olimpiade ini adalah salah satu pilar prestasi MAN 1. Oleh karena itu, saya sampaikan kepada anak bahwa juara olimpiade ini ibarat mempertaruhkan harga diri MAN 1. Dan Alhamdulillah, anak-anak semakin bersemangat dan dibuktikan dengan hasil yang maksimal dan membanggakan ini,” tuturnya.

Untuk persiapan selanjutnya menghadapi OSN tingkat Provinsi, Taslim rencananya akan melakukan upaya-upaya yang memungkinkan agar siswa-siswi MAN 1 Model Lubuklinggau agar nantinya mampu bersaing di tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

“Mungkin dengan bimbingan intensif dari pembina, atau mungkin dengan mencoba mengikutsertakan anak kita dalam pembinaan olimpiade di luar sekolah, dan juga mungkin mencoba pembinaan melalui online. Yang jelas kita akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk anak-anak agar mampu bersaing di tingkat selanjutnya, yang tidak hanya untuk OSN tetapi juga untuk Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang tiap tahunnya MAN 1 selalu berhasil hingga ke tingkat Nasional,” ungkapnya.

Taslim berharap semoga siswa-siswinya yang telah meraih prestasi agar terus memperbaiki diri, lebih keras mempersiapkan diri karena tantangan selanjutnya akan semakin berat. Sedangkan yang belum berhasil jangan berkecil hati, karena masih banyak kesempatan untuk belajar dan meraih keberhasilan pada event-event lainnya.

“Dan terima kasih kepada guru pembimbing yang telah memberikan yang terbaik, saya sangat bangga dengan kerjasama yang baik ini. Di mana guru pembimbing OSN MAN 1, meliputi Bidang studi Kimia Sri Suryani, Fisika Linda Kurniawati, Biologi Dartini, Matematika Hj Annisah, Ekonomi Lusi Novita, Geografi Endah Puji Suryati, TIK/Komputer Qoriyatul Hasanah, Kebumian Endah Kusuma Wardani dan Astronomi Welly Widya Lestari,” paparnya.

Sementara itu, Meyshin Herawati siswa MAN 1 peraih OSN bidang kimia mengatakan sangat senang dan bersyukur bisa berhasil dalam kompetisi ini.

“Awal mengikuti cukup berat, tetapi karena sudah belajar dan berlatih serta mendapat dukungan dari teman-teman, guru dan bahkan kepala madrasah. Saya semakin semangat dan mencoba memberikan yang terbaik, dan Alhamdulillah hasilnya pun yang terbaik,” ungkap Meyshin yang bercita-cita menjadi dokter anak ini.

Alumni MTsN Lubuklinggau ini mengatakan kedepannya akan semakin berlatih dan belajar lagi dan akan kembali memberikan yang terbaik.

“Hanya saja, berharap Madrasah bisa menyediakan ruangan khusus untuk siswa-siswi olimpiade, agar belajar kita tidak terganggu, bisa lebih nyaman dan lebih konsentrasi lagi dalam belajar,” harapnya. (AE02)

Rekomendasi Berita