oleh

Malu Menyebut Jumlah Gaji

Catatan Hari Guru Nasional 2017

Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kekurangan 12.000 guru Aparatur Negeri Sipil (ASN). Solusi alternatifnya, kebutuhan itu ditutupi oleh kegigihan para honorer. Namun bagaimana kesejahteraannya?

Laporan Mutiara Rahma, Air Temam

ERIK Evenza merupakan salah seorang dari ribuan guru di Lubuklinggau yang mendedikasikan dirinya untuk menjadi guru honorer. Alumni Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah STKIP-PGRI Lubuklinggau tahun 2013 itu kini disibukkan dengan aktivitas mendidik siswa-siswi di dua SMP negeri. Yakni SMP Negeri 9 Lubuklinggau dan SMP Negeri 11 Lubuklinggau.

Erik berkeyakinan, menjadi guru itu bagian dari seni untuk menyalurkan ilmu yang dimilikinya selama di bangku kuliah kepada penerus generasi bangsa.

“Berawal dari profesi ibu saya seorang guru, maka saya langsung mengambil inisiatif untuk mengajar juga. Alhamdulillah, kalau dilihat dari gajinya, tentu saya tidak sanggup untuk menyebutkan, namun karena saya ingin berbagi ilmu. Maka saya bisa bertahan di profesi ini sampai sekarang,” kata Erik, Sabtu (25/11).

Erik mengaku, dalam satu jam mengajar dirinya ia mendapatkan Rp 25 ribu.

“Rezeki itu sudah diatur oleh Allah SWT, jadi walaupun gaji saya tidak seberapa, akan tetapi selalu cukup. Karena, dalam hidup kita tidak harus melulu tentang uang, namun apa yang kita lakukan selagi itu positif, pasti dicatat oleh Allah SWT,” ungkapnya dengan nada penuh keyakinan.

Hal yang paling menyenangkan dalam mengajar itu bagi Erik adalah banyak mendapat teman, kemudian bisa berbagi pengalaman kepada siswa-siswi.

“Saya juga dipercaya sebagai pembina Pramuka di SMP Negeri 9 Lubuklinggau. Di Hari Guru Nasional ini saya ingin mengabdi menjadi sosok guru yang lebih baik lagi,” tutupnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita