oleh

Malaysia Masters 2019 : Yulfira/Jauza Kejutkan Greysia/Apriyani

KUALA LUMPUR – Turnamen Malaysia Masters 2019 yang diselenggarakan di Stadium Axiata, Kuala Lumpur, Malaysia sudah memasuki hari keenam pelaksanaan. Pada, Sabtu (19/1) hari ini, ajang bulu tangkis BWF World Tour Super 500 itu sudah memasuki babak semifinal.

Ada beberapa wakil Merah Putih yang tembus ke babak empat besar kali ini. Salah satu wakil Indonesia yang tembus ke babak semifinal itu adalah pasangan ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Namun, dalam pertarungan babak perempafinal yang berlangsung pada, Jumat (18/1) kemarin di Stadium Axiata, Kuala Lumpur, Malaysia, Praveen/Debby sempat dibuat kesulitan untuk bisa meraih tiket babak semifinal.

Pada babak perempat final itu, Praveen/Debby bertemu dengan rekan senegaranya, Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto. Ya, dalam pertandingan yang menghabiskan waktu 1 jam lima menit itu Praveen/Debby sempat dibuat kesulitan dan dipaksa bermain rubber game dengan skor 19-21, 21-12 dan 21-14.

Di game pertama, Praveen/Debby yang menjadi unggulan keempat, dipaksa tampil di bawah tekanan junior yang kini berada di peringkat 40 dunia tersebut. Yulfira/Jauza bermain dengan cukup percaya diri hingga merebut game pertama dengan kemenangan 19-21.

Tertinggal di game pertama, Greysia/Apriyani mencoba tampil lebih maksimal di set kedua dan mampu menguasai permainan dan unggul 11-9 pada interval. Greysia/Apriyani terus menekan Yulfira/Jauza dan merebut gim kedua dengan skor 21-12.

Setelah tampil percaya diri pada game kedua, Greysia/Apriyani dengan mudah mengendalikan permainan pada game penentuan. Greysia/Apriyani pun menyudahi game ketiga dengan skor 21-14.

“Saya rasa mereka masuk dengan mindset nggak mau kalah. Dan itu yang saya harapkan dari mereka. Di satu sisi, sebagai senior mereka, hal inilah yang saya harapkan. Dan memang benar, kami ketekan, tidak bisa keluar dari tekanan mereka. Karena mereka kan sudah tahu permainan kami di latihan. Tapi kami juga tidak mau kalah dan mau balik menekan mereka,” ungkap Greysia seperti dikutip situs resmi PBSI, Jumat (18/1) kemarin.

“Sampai game kedua juga kami masih ketinggalan empat poin. Tapi kami akhirnya berusaha untuk membangkitkan semangat kami, jangan sampai kebawa mereka. Baru setelah itu permainan kami sudah lebih enak,” tambah Apriyani.

Di babak semifinal, sebenarnya Greysia/Apriyani berpeluang untuk kembali menghadapi rekan senegaranya yakni Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani.

Namun sayang, di babak perempatfinal, Rizki/Ni Ketut gagal meraih kemenangan atas unggulan kedua dari Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. Ya, Rizki/Ni Ketut kalah dala waktu 47 menit, dengan skor 24-21 dan 8-21.

Menanggapi pertandingan selanjutnya melawan Misaki/Ayaka, Greysia/Apriyanai mengaku hanya ingin recovery dengan baik, setelah pertandingan babak perempatfinal yang diakuinya cukup menguras tenaga.

“Kami harus recovery dengan baik, dari segi tenaga, makanan, badan, istirahat, pikirannya. Nggak boleh terbebani, tapi juga nggak boleh terlalu enjoy,” tutur Apriyani mengenai persiapan laganya tersebut yang juga diamini oleh Greysia.

Selain Greysia/Apriyani, pasangan ganda putra terbaik milik Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon juga berhasil melangka ke babak semifinal.

Hasil itu didapat usai ia mengalahkan unggulan ketujuh asala Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko. Dalam pertandingan yang berjalan selama 47 menit itu, Kevin/Marcus berhasil menang dalam rubber game dengan skor 21-13, 23-25 dan 21-14.

Selanjutnya, Kevin/Marcus bakal menghadapi pemenang antara pasangan Jepang yang menjadi unggulan ketiga, Hiroyuki Endo/Yuta Watabane menghadapi wakil tuan rumah Goj V Shem/Tan Wee Kiong.

Sementara itu, satu-satunya pasangan ganda campuran Indonesia yang tembus ke babak perempatfinal, Preveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti gagal meraih tiket babak empat besar usai dikalahkan unggulan kedua asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dengan skor 18-21, 21-14 dan 21-18.

Della/Virni Siap Tempur di Indonesia Masters

Di sisi lain, pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian kemungkinan besar akan tetap mempasangankan duet Della Destiara Haris/Virni Putri di ajang Indonesia Masters 2019 yang akan bergulir di Istora, Senayan, Jakarta pada 22-27 Januari 2019.

Kombinasi pasangan baru yang dibentuk tersebut sempat mencuri perhatian di ajang Malaysia Masters 2019 dengan menyingkirkan pasangan ganda putri terkuat Thailand, Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai, dengan skor 17-21, 21-19, 27-25 di babak pertama. Namun sayang Della/Virni harus terhenti di babak kedua dari wakil Jepang, Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata.

Namun bukan tak mungkin Della akan kembali dipasangkan dengan Rizki jika hasil yang mereka raih di sejumlah turnamen sebelum pengumpulan poin jelang Olimpiade Tokyo 2020 dimulai tidak menggembirakan. Salah satu turnamen yang menjadi ajang ujian bagi Della/Virni dan Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani adalah Indonesia Masters 2019.

“Saya tidak memikirkan ke sana, beban atau tidak dalam membimbing pemain muda. Cuma kalau ada yang kurang atau ada yang lupa, memang saya yang mulai ngomong duluan,” ujar Della ketika ditanya kesannya berpasangan dengan pemain yang lebih muda.

Di babak pertama Indonesia Masters 2019, Della/Virni akan berhadapan dengan wakil Jepang, Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto. Ini merupakan pertemuan pertama bagi kedua pasangan. Saat berduet dengan Rizki, Della sudah dua kali dikalahkan oleh Tanaka/Yonemoto.

“Main maksimal saja dulu, karena melawan pemain Jepang itu adalah tantangan yang tidak mudah. Pokoknya tidak boleh kalah kuat dalam menghadapi mereka,” terang Della soal calon lawan.

Selain itu, Della juga mengomentari Virni yang merupakan juniornya di klub Jaya Raya. “Virni itu orangnya kuat banget, dan semangat, tidak gampang menyerah. Dia kalau di lapangan tuh garang, mirip dengan Ketut,” tegas Della.

Meski saat ini, rangking tertinggi sektor ganda putri pelatnas masih dipegang oleh Gresysia/Apriyani, namun Eng Hian mengaku persaingan perebutan tiket ke Olimpiade, terbuka untuk siapa pun. Artinya, pasangan Rizki/Ketut, Della/Virni juga berpeluang untuk mengejar tiket ke pesta olahraga multievent dunia tersebut.

“Tidak ada prioritas khusus untuk Greysia/Apri. Saya mau challenge yang lain untuk memperebutkan tempat ke olimpiade. Saya mau Greysia/Apri tetap punya keinginan ke olimpiade, tetap nomor satu dan tidak mau terkejar sama yang lain. Kalau dikasih prioritas khusus, mereka nanti leyeh-leyeh,” tukas Eng Hian. (gie/fin/wsa)

Rekomendasi Berita