oleh

Makarel Bercacing Diduga Masih Beredar

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Setidaknya ada empat toko manisan di Pasar Harian Lawang Agung, Kecamatan Rupit kedapatan masih menjual makarel dalam kaleng. 27 merek diantaranya dilarang oleh Balai Pengawasan obat dan makanan (BPOM) RI.

Temuan tersebut berdasarkan hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara) melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) bersama Dinas Kesehatan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Rabu (4/4).

Kadisperindagkop Kabupaten Muratara, Syamsu Anwar melalui Kepala Bidang Perdagangan, Fahrurrozi yang memimpin langsung Sidak ke sejumlah pedagang, baik kecil maupun distributor dan mini market di Pasar Lawang Agung dan seputaran Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit.

“Hari ini (Kemarin, red) kita turun bersama Perwakilan Dinkes, dan Sat Pol PP untuk memantau langsung peredaran ikan dalam kaleng dalam hal ini makarel, sebagaimana instruksi BPOM RI berdasarkan hasil temuan cacing parasit dalam ikan kaleng tersebut,” kata Fahrurrozi saat diwawancarai setelah melakukan Sidak, Rabu (4/4).

Dijelaskannya, Sidak tersebut sebagaimana adanya temuan cacing dalam ikan kaleng, disertai hasil uji laboratorium oleh BPOM terhadap sampling, ikan dalam kaleng, pada tanggal 28 Maret 2018 lalu, di mana dari 66 merek yang diuji, terdapat 27 merek positif mengandung parasit cacing yang terdiri 16 merek produk impor, dan 11 produk dalam negeri, yakni ABC, ABT, Ayam Brand, Botan, CIP, Dongwon, DR Fish, Farmeajact, Fiesta Seafood, Gaga, Hoki, Hosen, IO, King’s Fisher, Jojo, LSC, Maya, Nago/Nagos, Naraya, Pesca, Poh Cung, Pronas, R&S, Sempio, TLC, dan TSC.

Berdasarkan Sidak, dari beberapa toko manisan dan distributor, setidaknya ada empat tokoh yang kedapatan masih menyediakan jenis makanan ikan kalengan yang masuk dalam kategori terdapat parasit cacing. Dalam hal ini merek, ABC, Botan dan Pronas atau kornet.

“Keempat toko tersebut yakni, Toko Indra, Toko Zainal Abidin, Toko Cinta Plastik dan Mini Market Meranti yang masih banyak sekali stoknya,” kata Fahrurrozi.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan Sidak kali ini masih bersifat pembinaan, sehingga bagi keempat toko tersebut tidak dikenakan sanksi hukuman. Hanya saja wajib menarik dan tidak menjualnya kembali kepada masyarakat sebagaimana instruksi BPOM RI.

“Ke depan kami akan turun kembali melihat apakah masih dijual atau tidak, takut pedagang nakal dengan menjualnya kembali. Kalau ada yang nakal, akan kita tindak tegas,” ucapnya.

Sementara itu pemilik toko Indra, Indra (33) mengatakan kalau dirinya sudah tahu, ada beberapa jenis ikan kaleng yang terdapat cacing dan siap mengembalikan ke distributor.

“Aku baru tahu dua hari ini, karena sudah dilarang, pasti kami kembali ke distributor langsung. (12)

Rekomendasi Berita