oleh

Mahasiswa STKIP PGRI Tewas Kecelakaan

LINGGAUPOS.CO.ID- Duka mendalam dirasakan Mahyudin dan Nur Haliza Wati, warga Desa Terusan Kecamatan Karang Jaya. Kecelakaan yang dialami Rahmat Wijaya (19), membuat mereka harus kehilangan anak ketiganya tersebut.

Suasana haru terasa, ketika pemakaman mahasiswa semester II STKIP-PGRI Lubuklinggau, Rabu (17/6/2020).  Reski, teman kuliah Rahmat usai ikut memakamkan menceritakan, kecelakaan terjadi Selasa (16/6/2020) pukul 17.00 WIB, di Jalan Lintas Sumatera depan SPBU Bukit Beton Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas.

Saat itu anaknya mengendarai motor Beat bersama temannya, Nadia (19) warga Desa Suka Menang Kecamatan Karang Jaya dari arah Kota Lubuklinggau. DI TKP motor mereka tabrakan dengan truk Nomor Polisi (Nopol) BG 8414 HL, milik PT AKL yang melaju dari arah Musi Rawas Utara (Muratara).

“Rahmat bersama Nadia mengalami luka berat, sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit dr Sobirin. Sayangnya, nyawa anaknya tidak tertolong, meninggal saat tiba di rumah sakit. Sedangkan Nadia, masih dalam perawatan. Sedangkan sopir truk tidak mengalami luka, dan sekarang masih diamankan di Polsek STL Ulu Terawas,” jelas Reski.

Dari pihak keluarga korban lanjut Reski, pihak PT AKL bertanggung jawab sepenuhnya atas kejadian ini dan mereka beritikad baik mendatangi kediaman Rahmat. Sedangkan Nadia, Rabu (17/6) di bawa ke Palembang guna perawatan lebih lanjut.

Rais Rivaldo, dosen almarhum yang juga ikut dalam pemakaman mengatakan, di kampus Rahmat ketua kelas 2A Program Studi Olahraga. Karena berprestasi dibidang akademisi, Rahmat kuliah dibiayai oleh negara.  “Dia mendapat beasiswa,” kata Rais.

Rahmat juga lanjut Rais, saat kuliah tergabung dalam organisasi kemahasiswaan, GMNI.  “Dia anak seorang petani di Desa Terusan, kesedihan dan duka serta rasa kehilangan pasti ada dari keluarga besar. Apalagi menurut keluarganya tidak ada firasat,” ungkap Rais. (*)

Sumber: Harian Pagi Linggau Pos

Rekomendasi Berita