oleh

Mahasiswa di Muratara Pertanyakan Penyaluran Bantuan Mahasiswa Terdampak Covid-19: Jangan Prank !

LINGGAUPOS.CO.ID- Sekira 25 mahasiswa menggelar aksi damai di depan kantor Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Senin (6/7/2020).

Mereka merupakan mahasiswa asal Muratara yang sedang menempuh pendidikan di beberapa perguruan tinggi di luar daerah. Mereka mengaku pulang ke tanah kelahiran untuk menyuarakan aspirasi atas nama masyarakat Muratara.

Aksi damai ini dikawal oleh anggota Satpol PP Kabupaten Muratara, dibantu aparat kepolisian dari Polres Muratara.

Ada dua poin yang disuarakan para mahasiswa.

Pertama, mahasiswa menanyakan kejelasan anggaran penanganan Covid-19 yang telah dianggarkan Pemkab Muratara sebesar Rp46 miliar.

Kedua, mahasiswa meminta percepatan penyaluran bantuan untuk mahasiswa terdampak pandemi Covid-19 yang telah dijanjikan Pemkab Muratara.

“Janjinya disalurkan tanggal 22 Juni, tapi ini sudah tanggal 6 Juli belum dibagikan, jangan prank mahasiswa,” kata mahasiswa, Lili Kosera.

Mahasiswa menegaskan, kehadiran mereka murni untuk kepentingan rakyat dan tidak ditunggangi kepentingan politik.

Setelah menyampaikan orasi sekitar 30 menit, para mahasiswa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Namun mereka berencana akan melakukan aksi yang lebih besar lagi.

“Hari ini kami diabaikan, tak ada satu pun dari Pemkab Muratara menemui kami di luar. Kami akan kembali dengan aksi massa yang lebih besar lagi,” katanya.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Muratara, Susyanto Tunut menyampaikan, Pemkab Muratara sangat transparan dalam penggunaan anggaran penanganan Covid-19.

“Mahasiswa minta transparansi dana penanganan Covid-19, itu sudah kita sampaikan kepada masyarakat melalui media massa, kita transparan,” katanya.

Susyanto membenarkan bantuan dana untuk mahasiswa terdampak Covid-19 belum disalurkan.

“Jadwalnya memang seharusnya tanggal 22 Juni kemarin, tapi tertunda karena jumlah bantuannya akan ditambah,” ujar dia.

Susyanto menjelaskan, setelah dilakukan verifikasi dan validasi, terdata sebanyak 1.966 mahasiswa yang akan mendapat bantuan tersebut.

Sedangkan anggaran yang disiapkan Pemkab Muratara untuk bantuan dana kepada mahasiswa terdampak Covid-19 itu sebesar Rp500 juta.

“Kalau dibagi rata dana 500 juta untuk 1.966 mahasiswa itu, hanya sekitar 250 ribu rupiah per mahasiswa, menurut kami itu kurang pantas,” ujar dia.

Alhasil kata Susyanto, Bupati Muratara Syarif Hidayat memerintahkan agar bantuan dana untuk mahasiswa itu ditambah sehingga menjadi pantas dan memadai.

Untuk menambah dana tersebut perlu dilakukan penggeseran anggaran melalui rapat tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dan perubahan surat keputusan.

“Nah ini butuh proses, jadi adik-adik mahasiswa harus bersabar, karena kita akan memberikan yang terbaik, bantuannya harus pantas dan memadai,” kata Susyanto.(*)

Sumber: Tribun Sumsel.com

Rekomendasi Berita