oleh

Mahasiswa Bawa Keranda dan Pocong

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Ratusan mahasiswa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Rejang Lebong menggelar aksi damai, tepatnya di depan kantor DPRD Rejang Lebong, Rabu (26/9) siang. Massa yang berkumpul di Pasar Tengah kemudian melakukan long march menuju kantor DPRD Rejang Lebong, Jalan Sukowati Curup.

Pantauan Linggau Pos, ratusan massa selain membawa sejumlah spanduk juga membawa keranda dan pocong dengan tulisan ‘Matinya Demokrasi’ sampai ke depan kantor DPRD Rejang Lebong pukul 11.20 WIB. Massa mendatangi kantor DPRD Rejang Lebong berharap bisa bertemu dengan unsur pimpinan dan anggota DPRD, bertujuan meminta dukungan kepada dewan guna mendesak Komnas HAM membentuk tim pencari fakta atas berbagai tindak kekerasan yang dialami mahasiswa di sejumlah daerah.

Namun sayangnya, dalam aksi tersebut tak ada satupun anggota DPRD Rejang Lebong yang bisa menemui massa lantaran sedang Dinas Luar (DL). Hanya saja, massa sempat ditemui oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Rejang Lebong, Zulkarnain, yang akan memfasilitasi pertemuan antara mahasiswa dengan anggota DPRD Rejang Lebong.

Dalam aksi itu juga, terlihat ratusan petugas kepolisian dari Polres Rejang Lebong dan Polsek yang berjaga-jaga di sekitar kantor DPRD Rejang Lebong, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah melakukan mediasi antara mahasiswa dan Sekwan Kabupaten Rejang Lebong, Zulkarnain dan petugas kepolisian, ratusan mahasiswa kemudian membubarkan diri sekitar pukul 12.30WIB. Dalam mediasi tersebut disepakati, pertemuan antara mahasiswa dan DPRD Rejang Lebong pada Sabtu 29 September 2018 mendatang.

Firmandiansyah, Koordinator Aksi Solidaritas Mahasiswa menjelaskan, tujuan aksi aliansi mahasiswa meminta DPRD Rejang Lebong mendukung Komnasham membentuk tim mencari fakta.

“Kita tahu kejadian yang marak pada mahasiswa beberapa waktu lalu, jangan sampai terulang lagi, mahasiswa inilah suara rakyat,” katanya.

Ia memaparkan, pencarian fakta yang diharapkan yakni mencari fakta mana yang benar mana yang salah terhadap kasus mahasiswa tertindas, baik yang di Medan maupun di Bengkulu.

“Sabtu tidak ada Ketua DPRD kami akan bawa aksi susulan lagi,” katanya.

Ia mengaku, sangat kecewa dengan ketidakadaanya anggota DPRD Rejang Lebong yang menemui mereka. Sementara itu, Sekwan Rejang Lebong, Zulkarnain menjelaskan, anggota dewan sesuai dengan rapat Banmus mereka melaksanakan Bimtek asosiasi dewan di Jakarta sejak kemarin sampai Jumat.

“Anggota Komisi I yang diketuai Ketua DPRD ke Kementerian Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, koordinasi masalah dana desa, sebenarnya dari kemarin, semuanya dinas luar,” paparnya.

Menurutnya, di DPRD ada jadwal yang dijadwalkan Banmus kapan rapat, kapan DL.

“Hari ini DPRD kita sedang dinas luar, jangan beranggapan dewan menghindar, karena memang ketidaktahuan mereka,” tambahnya.

Ia juga menambahkan, dalam aksi mahasiswa ini, dirinya langsung berkoordinasi dengan pimpinan DPRD melalui via telepon dan dijadwalkan mahasiswa dan pimpinan serta anggota DPRD Rejang Lebong bertemu tanggal 29 September mendatang.

“Kita fasilitasi pertemuan mereka, Sabtu besok,” tambahnya.

Sementara itu Kapolres Rejang Lebong, AKBP Ordiva yang langsung berada di lokasi menjelaskan, dalam aksi tersebut, pihaknya menurunkan sekitar 100 personel untuk melakukan pengamanan.

“Kita turunkan sekitar 100 personel, ada tim negosiator, tim kesehatan dan anggota gabungan dari Polres dan polsek untuk membantu pengamanan,” singkatnya. (sam)

Rekomendasi Berita