oleh

Mahasiswa Asal OKI Bobol Rekening Bank Rp16 Miliar

LINGGAU POS ONLINE – Dua pelaku pembobol rekening bank dibekuk tim Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidisiber) Bareskrim Polri. Kedua pelaku diamankan petugas di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (9/9/2019).

Para pelaku yaitu seorang mahasiswa berinisial YA (24), warga Dusun Petaling Rt 01/01, Petaling, Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI). Satu lagi adalah rekan YA berinisial RF (23). Dia merupakan seorang karyawan swasta, warga Jalan Residen H. Abdul Rozak No.54, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Palembang.

Kasubdit 1 Dittipidisiber Bareskrim Polri Kombes Pol Dani Kustomi mengatakan dalam beraksi pelaku menggunakan modus top up dan transfer menggunakan aplikasi KUDO dengan menggunakan virtual account Bank.

“Dengan modusnya ini, top up atau transfer yang dilakukan mereka tak mengurangi saldo yang ada dalam akun KUDO-nya. Sementara dalam laporan virtual account Bank tercatat bahwa top up dan transfer tersebut sukses/berhasil,” kata Dani secara tertulis, Selasa (10/9/2019).

Dani mengungkapkan, aksi kejahatan para pelaku sendiri terungkap setelah manajemen salah satu bank BUMD melakukan audit internal. Hasilnya bank tersebut mengalami kerugian sekitar Rp 1,3 miliar lebih. Atas kejadian itu, pihak bank melaporkan ke polisi.

Berdasarkan pengakuan para pelaku, kata Deni, mereka bekerja secara otodidak.

“Sudah beberapa kali beraksi, dan mereka bisa melakukan aksinya dengan belajar secara ototidak melalui internet, dan sebuah komunitas di medsos,” ungkap Dani.

Adapun dari hasil penangkapan kedua pelaku ini. Dani menyebut, kalau pihaknya berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa 4 buah handphone, seperangkat perhiasan emas, 2 buah jam tangan mewah, 2 buah laptop, dan satu unit mobil Toyota Calya.

“Barang bukti yang kami sita ini diduga merupakan hasil kejahatannya,” ucapnya.

Terpisah, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, akibat dari perbuatan para pelaku ini korban yang merupakan sebuah bank BUMN di Palembang diakui merugi hingga Rp 16 miliar.

“Total kerugian dari bank BUMN yang ada di Palembang sendiri cukup besar, kurang-lebih Rp 16 miliar dari total kerugian,” ungkap Dedi

Kini, atas perbuatannya keduanya pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan bakal dijerat dengan persangkaan tindak pidana penipuan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik dan/atau penggelapan dan/atau pencurian.

Yakni, sesuai dalam pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau pasal 378 KUHP dan/atau pasal 372 KUHP dan/atau pasal 362 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.(*)

Sumber: Fajar Indonesia Network (FIN)

Rekomendasi Berita