oleh

MA Ulin Nuha Juara Umum 2

#AKSI GO ke-23

LUBUK AMAN – Santri Madrasah Aliyah (MA) Ulin Nuha kembali menunjukkan prestasi. Santri madrasah yang belum lama berdiri ini berhasil jadi Juara Umum 2 AKSI GO ke-23 di MAN 2 Lubuklinggau. Sementara Juara Umum I diraih MAN 1 Model Lubuklinggau.

Predikat runner-up itu diraih setelah siswa-siswi MA Ulin Nuha berhasil mengumpulkan tujuh medali pada beberapa cabang lomba. Antara lain meriah Juara I, 2 dan harapan cabang Hifzhil Qur’an Juz 30 kategori putra-putri. Santri yang mengikuti lomba ini Ismail, Khoiruz Zadit Taqwa, Muhamad Said, Shinta Darmayanti dan Musyarofah.

Untuk Cabang Tilawah atas nama Zahroni meraih Juara 2, sedangkan cabang lainnya adalah tenis meja dan kaligrafi, atas nama Rizki Candra dan Mayasari, masing-masing meraih Juara I dan harapan.

Pimpinan Pesantren Ulin Nuha, Ustadz Faizin menjelaskan bahwa sejak pihaknya menerima undangan dari panitia lomba Aksi Go MAN 2 Lubuklinggau 2018, merasa optimis bisa masuk 3 besar juara umum. Alasannya lomba tersebut banyak didominasi cabang Alquran seperti Tilawah dan Hifzhil Quran. Sebab tangkai lomba bidang Alquran ini sering menjadi andalan siswa maupun siswi Ulin Nuha.

Hal itu disamping memang sesuai dengan visi dan misi madrasah juga tidak banyak membutuhkan sarana atau biaya mahal, cukup modal istiqomah dan berlatih secara kontinu.

Apalagi perlombaan yang dibuka Walikota Lubuklinggau itu dilaksanakan usai ujian semester, di mana santri memiliki waktu dan kesempatan yang cukup untuk mengulang-ulang hafalan Alquran (muroja’ah).

“Insya Allah dengan bermodalkan idealisme yang kuat dalam rangka ikut ‘membumikan’ Alquran di kota metropolis Almadani ini, pesantren Ulin Nuha sekaligus madrasah yang ada dibawah naungannya siap menjadi lembaga pendidikan Islam berbasis Alquran yang diperhitungkan di kota Lubuklinggau bahkan di Sumatera Selatan,” jelasnya.

Terakhir, pihak pengasuh pesantren dan juga segenap pengelola Madrasah Ulin Nuha berharap agar kiranya pemerintah, dalam hal ini Pemkot Lubuklinggau agar sekali-kali berkunjung ke bawah agar bisa melihat lebih dekat potensi madrasah sekaligus bisa memberikan apresiasi dan support kepada lembaga-lembaga pendidikan berbasis agama seperti pesantren dan madrasah yang baru berdiri di kota ini.(lik/rls)

Rekomendasi Berita