oleh

MA Al-Muhajirin Tugumulyo, Konsisten Berikan Pendidikan Gratis

SEJAK berdiri tahun 1982, Madrasah Aliyah (MA) Al-Muhajirin Tugumulyo, menggratiskan biaya pendidikan bagi siswa-siswinya. Hal itu tetap terjadi sampai Tahun Ajaran 2017/2018. Sekalipun SMA/MA dan SMK sebenarnya diberikan peluang untuk memungut SPP setiap bulan.

“Alhamdulillah, kami berusaha semaksimal mungkin mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diberikan pemerintah. Sehingga, dengan dana tersebut, kami berusaha memenuhi seluruh kebutuhan operasional sekolah, tanpa memungut lagi dari orang tua/wali,” kata Kepala MA Al-Muhajirin, Miswandi didampingi Waka Kurikulum, Fahrurrozi, Kamis (18/1).

Konsistensi memberanikan diri sungguh-sungguh merealisasikan pendidikan gratis ini pula, yang kemungkinan besar membuat MA Al-Muhajirin selalu tinggi peminatnya. Bahkan Tahun Ajaran 2018/2019 ini, MA Al-Muhajirin menyiapkan 10 lokal untuk siswa-siswi baru.

Saat ini saja, lebih dari 1.000 siswa dididik di sekolah yang terletak di Jalan Lintas Tugumulyo, Desa F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas itu.

Ribuan peserta didik ini, tak sekadar bisa memilih jurusan IPA dan IPS. Namun juga tersedia jurusan Keagamaan dan Madrasah Aliyah Kejuruan (Teknik Kendaraan Ringan).

Hal kedua, kata Miswandi, yang bisa jadi poin penting untuk menarik minat pelajar melanjutkan ke MA Al-Muhajirin, adalah sekolah ini fokus pada mendidik anak-anak agar taqwa pada Allah SWT. Implementasinya, taat dan tepat waktu dalam salat lima waktu, dan mampu mengaji.

“Salat itu kewajiban. Jadi orang tua itu, menurut kami kalau mempercayakan anak-anaknya sekolah di madrasah, salah satu cita-citanya agar anaknya tumbuh jadi generasi yang taat pada Allah SWT juga pada orang tua. Didikan awal kami, adalah memperbaiki kualitas salat dan memastikan mereka fasih dalam mengaji. Ketika dua hal ini sudah jadi kebutuhan anak-anak, kami yakin mereka bisa lebih mudah diterima di masyarakat. Karena dua ini kuncinya bermasyarakat,” jelas Miswandi.

Bagi siswa-siswi yang belum bisa tahsin Alquran, akan diikutsertakan dalam program khusus di sekolah. Terlebih memang Kementerian Agama RI mewajibkan setiap madrasah memiliki program tahfidz.

“Hal inilah yang mendorong kami untuk menggiatkan program tahfidz Quran,” jelas Miswandi.

Nilai plus lain yang membuat siswa-siswi tertarik menimba ilmu di madrasah yang telah terakreditasi A ini, karena pelajarannya tak sekadar ilmu dunia. Namun ilmu akhirat pun disampaikan dengan baik oleh guru-guru mumpuni. Seperti jurusan IPA dan IPS juga mendapatkan pelajaran SKI, Fiqih, Quran Hadits, Aqidah Akhlak, dan Bahasa Arab. Sementara untuk jurusan keagamaan mendapatkan ilmu plus, seperti ilmu tafsir, ilmu hadits, ushul fiqh. Khusus jurusan MAK, memiliki kesempatan khusus untuk mengasah potensi dibidang Teknik Kendaraan Ringan. Yang didukung fasilitas praktik yang lengkap di kampus MA Al-Muhajirin G1 Mataram. Bahkan khusus jurusan MAK, akan mendapatkan sertifikat khusus dari Techno Motor Indonesia (TMI) yang memastikan alumni MAK Al-Muhajirin memang mumpuni dan siap kerja dibidang Teknik Kendaraan Ringan.

“Kami tidak menyangka, ada alumni SMP di Kota Muaraenim dan beberapa dari Pulau Jawa memilih sekolah di sini. Mereka mengungkapkan beberapa hal tadi jadi daya tariknya,” tutur Miswandi.

Bahkan outputnya (Alumni), tak hanya membuka usaha seperti yang dilakukan alumni MAK Al-Muhajirin, sebagian besar siswa-siswi alumni Jurusan IPA dan IPS melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Dua diantaranya tembus kuliah di Fakultas Kedokteran. Diantaranya, Eva kini kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) dan Elsy kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Solo.

Selain akademik, MA Al-Muhajirin juga memfasilitasi siswa-siswinya untuk aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Diantaranya Siswa Pecinat Alam, OSIS, Paskibra, Voli, Hadroh (kerap tampil acara khitanan maupun nikahan), dan masih banyak lagi.

Menurut Miswandi, madrasah yang bernaung dibawah Yayasan Kesejahteraan Islam Musi Rawas dan dipimpin H Syamsul Anwar itu akan terus berupaya, menciptakan generasi Islam yang multiskill.

“Agar mereka kelak tak hanya unggul secara akademik. Namun dari tatanan sosial, mereka bisa bermasyarakat, juga memiliki ilmu yang bisa bermanfaat baginya ketika bermasyarakat. Kami bersyukur memiliki guru-guru yang mumpuni. Sehingga bisa mendorong siswa-siswi untuk menjadi sosok yang lebih baik, dan termotivasi menggapai prestasi,” imbuhnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita