oleh

Luncurkan Bright Gas 3 Kg

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – PT Pertamina (Persero) tengah menyiapkan varian baru produk Bright Gas ukuran 3 kilogram (kg). Kehadiran Bright Gas ukuran 3 Kg sebagai alternatif Elpiji 3 Kg yang disubsidi pemerintah.

Menurut Direktur Pemasaran Pertamina, Muchammad Iskandar, meski Pertamina akan meluncurkan Bright Gas 3 Kg, pasokan Elpiji 3 Kg yang disubsidi tidak akan berkurang.

Namun diharapkan masyarakat mampu bisa beralih menggunakan Bright Gas 3 Kg yang tidak disubsidi.

“Enggak (dikurangi), enggak. Ini hanya alternatif, kalau ini berhasil akan bantu pemerintah,” kata Iskandar, Rabu (13/12).

Kehadiran Bright Gas 3 Kg juga diharapkan memudahkan masyarakat membeli gas dengan ukuran tabung yang mudah dibawa. Dengan demikian, Bright Gas nantinya tersedia dalam ukuran 3 Kg, 5,5 kg, dan 12 kg.

“Kemudahan masyarakat beli yang non subsidi,” kata Iskandar.

Iskandar juga belum mengatakan berapa harga jual Bright Gas 3 Kg kepada masyarakat. Namun, jika dilihat harga Bright Gas 5,5 kg Rp 65.000 per tabung untuk wilayah Jawa dan Bali, maka harga per Kg-nya sekitar Rp 11.818.

“Belum tahu (harganya),” ujar Iskandar.

Bagaimana sebenarnya respon publik dengan kehadiran Bright Gas di Lubuklinggau?

Sebagaimana kita tahu, Bright Gas 5,5 kg di-launching di Lubuklinggau Juni 2016 lalu. Dengan kembali akan di-launchingnya Bright Gas 3kg beragam respons muncul dari sejumlah warga Kota Lubuklinggau.

“Saya sih setuju. Tapi dengan harga yang jangan terlampau jauh dengan harga LPG 3 Kg (melon),” pinta Novita (45) pedagang sayur masak, di Pasar Inpres, Sabtu (6/1).

Selama ini, Novita menggunakan LPG 3Kg. Per bulan ia mengisi ulang empat kali untuk kebutuhan usahanya. Novita mengaku enggan menggunakan LPG 12 kg, dengan dalih harga lebih mahal.

“Kalau LPG 3kg, sekali isi ulang paling mahal Rp 26 ribu. Jadi Rp 120 ribu per bulan untuk gas saja. Lebih dari itu, bingung juga. Karena modal untuk usaha sayur ini banyak. Apalagi harga bahan pokok naik semua. Kita berharapnya Bright Gas 3 Kg nanti harganya juga terjangkau,” jelasnya.

Sementara itu, penjual nasi goreng di Pasar Inpres, Kelurahan Dempo, Kecamatan Lubuklinggau Timur II Ananda (32) mengaku sudah tahu soal bakal diluncurkannya Bright Gas itu.

“Yang terpenting LPG Bright Gas tidak susah mencarinya. Karena kalau LPG 3kg melon yang sekarang sulit sekali. Meskipun saat ini sudah lancar, tetapi masih mengkhawatirkan, kondisi itu terulang lagi jika pihak-pihak berwenang tidak melakukan pengawasan lebih ketat,” kata Ananda, Minggu (7/1).

Berbeda dengan Rusni (40). Ia mengaku khawatir kalau LPG 3kg digantikan dengan Bright Gas.

“Kalau harga tabung 5,5 Kg mencapai Rp250 ribu, tentu sungguh menyusahkan warga kurang mampu. Apalagi penghasilan jual gorengan seharinya berkisar Rp 75 ribu,” ucap Rusni.

Sementara itu, salah seorang agen gas elpiji 3 Kg, Pir (28) warga Kelurahan Mesat Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, mengaku sempat mendengar gas melon tersebut akan diganti dengan gas ukuran 5 kilogram.

“Mengenai isu tersebut, sedikit pusing juga. Karena harga jual gas 3 Kg dengan gas 5 kg itu berbedah, pastilah banyak para warga keberatan, tetapi ini dari pertamina langsung apa boleh buat,”terangnya. (20/05/Net)

Komentar

Rekomendasi Berita