oleh

Lulus CPNS Caleg PKS Mundur

“Pilihan untuk Caleg yang lulus CPNS hanya dua, mundur dari pencalonan atau dari CPNS,”kata ketua KPU Mura Anasta Tias.

MUSIRAWAS – Lulus seleksi Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS), Mistria Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mengundurkan diri dari pencalonan. Caleg PKS di Dapil III yang meliputi Kecamatan Sumber Harta, Terawas dan Selangit ini lulus sebagai CPNS di SDN Desa Temuan Jaya.

Ketua DPD PKS, H Suhari didampingi Mistria mengatakan kalau berkas pengunduran diri dari PKS dan Caleg sudah disampaikan ke KPU Mura.

“Mundur lulus CPNS sebagai guru di SDN Temuan Jaya,” katanya.

Proses pengunduran diri dilakukan karena CPNS tidak boleh terlibat dalam politik, karena sejak dilakukannya reformasi pada 1998 lalu. Meskipun punya hak suara, PNS tidak boleh terlibat dalam kepengurusan Partai Politik (Parpol), bahkan TNI dan Polri tidak lagi punya hak suara pada setiap proses pemilihan.

Ketua KPU Mura, Anasta Tias mengatakan mengenai mekanisme Caleg yang mengundurkan diri ketika ditetapkan sebagai CPNS, telah diatur dalam surat edaran dari KPU RI No. 31 tertanggal 9 Januari 2019. Surat edaran itu menjelaskan pencoretan dari Daftar Calon Tetap (DCT) akan dilakukan, atas usulan Surat Keterangan (SK) pengunduran diri dari Caleg karena yang diterima sebagai CPNS.

“Pilihan untuk Caleg yang lulus CPNS hanya dua, mundur dari pencalonan atau dari CPNS,” kata Anas.

Atas dasar tersebut, pihaknya melakukan verifikasi atas usulan yang dilakukan DPD PKS Kabupaten Mura, yang melakukan pemberhentian terhadap Caleg-nya yang lulus CPNS. Surat Keputusan (SK) pemberhentian dari Parpol akan dilakukan verifikasi, dan akan di laporkan langsung ke KPU RI, untuk dilakukan pencoretan, agar nama yang bersangkutan tidak dicetak dalam surat suara.

“Meskipun demikian, bila nama yang telah diberhentikan ini di coblos, suaranya masuk ke Parpol yang mengusungnya sebelumnya,” jelasnya.

Maka dari itu, Anas mengimbau kepada DPD PKS Kabupaten Mura dan Caleg yang diberhentikan, untuk melepaskan Alat Peraga Kampanye (APK) yang sudah dipasang.

“Sesuai aturan, Caleg yang sudah mundur harus mencabut APK yang sudah terpasang, karena APK hanya untuk peserta pemilu,” ungkapnya. (aku)

Rekomendasi Berita