oleh

Lubuklinggau Menuju KLA dan Kota Bersih

WALIKOTA Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe bersama Ketua Organisasi Wanita Kota Lubuklinggau telah menandatangani komitmen mewujudkan Lubuklinggau sebagai Kota Layak Anak (KLA).

Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau dibawah kepemimpinan H SN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar terus melengkapi sarana dan prasaran yang dibutuhkan, agar Kota Lubuklinggau menjadi kota yang aman dan nyaman bagi anak.

Dari kiri-kanan, Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina, Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe, dan Kepala DP3APM Kota Lubuklinggau, Heri Zulianta saat acara penandatanganan komitmen mewujudkan Lubuklinggau sebagai Kota Layak Anak, disela-sela pelantikan pengurus Gabungan Organisasi Wanita Kota Lubuklinggau periode 2018-2023.

Bahkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Lubuklinggau, Heri Zulianta meyakini tahun 2019 pihaknya segera mengusulkan Raperda tentang Kota Layak Anak (KLA). Hal ini sesuai target Pemkot Lubuklinggau, 2019 kota ‘Sebiduk Semare’ ini menjadi KLA.

Komitmen ini ditunjukkan pihaknya sudah sejak awal, dengan mempersiapkan segala sarana serta prasarana menuju KLA.

Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana saat menandatangani komitmen mewujudkan Lubuklinggau sebagai Kota Layak Anak, disela-sela pelantikan pengurus Gabungan Organisasi Wanita Kota Lubuklinggau periode 2018-2023.

“Bukan berarti kita tidak mempersiapkan Kota Lubuklinggau menjadi KLA. Sarana penunjang untuk Kota Lubuklinggau menuju KLA sudah kita persiapkan secara bertahap. Mulai dari fasilitas ramah anak, kawasan ramah anak, pembentukan Forum Anak Daerah hingga Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sudah kita siapkan secara bertahap,” tegasnya.

Hanya saja diakui Heri, pihaknya memang belum mengajukan Raperda tentang KLA lantaran masih terkendala anggaran.

“Nanti setelah semuanya siap, sesuai kriteria yang ditetapkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak baru kita usulkan Raperda-nya. Target kita, 2019 Lubuklinggau, sudah ditetapkan menjadi KLA,” tegasnya.

Selain itu Lubuklinggau juga bakal menjadi kota bersih dan sehat.

Peserta rapat pembahasan tatanan penyelenggaraan kota sehat digelar di Op Room Moneng Sepati Komplek Perkantoran Pemkot Lubuklinggau Kelurahan Kayu Ara Kecamatan Lubuklinggau Barat I

Sekda Kota Lubuklinggau, H A Rahman Sani menjelaskan kegiatan seperti ini merupakan awal persiapan dari penilaian menjadi kota bersih dan sehat. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta untuk berkontribusi dalam penilaian ini, serta menyerahkan sejumlah dokumen yang bersangkutan dengan penilaian kota bersih. Penyerahan terakhir dokumen yakni pada 31 Maret 2019. Maka ditargetkan akhir Februari mendatang dokumen sudah siap untuk diserahkan.

Sejumlah kriteria dan indikator penilaian. Diantaranya, jika angka kematian bayi bawah 23 anak, maka nilainya 100. Kemudian mencakup laporan mengenai berbagai penyakit seperti diare dan HIV/AIDS yang jumlahnya menurun. Kemudian juga penilaian mencakup kebersihan air minum, imunisasi dasar lengkap, dan meningkatnya angka harapan hidup. (nia/rls)

Rekomendasi Berita