oleh

Lubuklinggau Bisa Jadi Kota Pendidikan

ANGGOTA Komisi X DPR RI, dari fraksi PKS H Mustafa Kamal meyakinkan, Kota Lubuklinggau berpotensi menjadi kota tujuan pendidikan. Pernyataan ini ditegaskannya, ketika berkesempatan melihat gedung perpustakaan Kota Lubuklinggau, yang berada di Kelurahan Bandung Kiri Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Senin (18/12).

Tidak ada satu sudut pun di gedung perpustakaan ini menurutnya, yang tidak bermanfaat. Hal ini menunjukkan konsennya Pemkot Lubuklinggau bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk meningkatkan minat baca.

“Belum lagi menurut saya, view di gedung perpustakaan Kota Lubuklinggau merupakan view terbaik se-Indonesia. Setelah saya melihat langsung gedung perpustakaan ini, saya pun meyakini Lubuklinggau bisa menjadi kota pendidikan,” ungkapnya.

Apalagi saat ini, Kota Lubuklinggau sudah ditunjang dengan transportasi yang lancar.

“Sehingga bisa kapan saja, tokoh-tokoh nasional berkunjung ke Lubuklinggau,” ungkapnya kembali.

Ia percaya, ketika masyarakatnya bergairah lalu ditambah fasilitas yang memadai, bisa tinggi minat baca yang berdampak mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Dan kami pun juga termotivasi, untuk memberikan bantuan,” lanjutnya.

Pihaknya berharap, kedepan gairah minat baca anak-anak semakin meningkat.

“Karena sudah menjadi kebanggaan Nasional dan menjadi ikon nasional, melalui Perpustakaan. Mudah-mudahan juga, inovasi yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan Kota Lubuklinggau, bisa memberikan motivasi untuk daerah di sekitarnya,” tambahnya.

Sementara itu Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menegaskan kalau pemerintah pun sudah terus berupaya agar Lubuklinggau tetap menjadi kota tujuan, yang salah satunya sebagai kota tujuan pendidikan.

“Kalau dulu, kita hanya sebagai kota transit. Namun saat ini berkat dukungan dari semua pihak, untuk membangun Kota Lubuklinggau perlahan-lahan kota transit bergeser menjadi kota kunjungan. Sehingga wajar, kita juga bisa menjadi kota kunjungan pendidikan. Apalagi selain inovasi yang terus dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan kearsipan, lalu kita juga sudah memiliki tujuh Perguruan Tinggi (PT),” tegasnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita