oleh

Lubuklinggau Belum Miliki TPTA

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Belum memiliki Tempat Pembuangan Tinja Akhir (TPTA) menjadi alasan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Lubuklinggau, minimnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di instansi tersebut. Hingga saat ini Disperkim Kota Lubuklinggau memanfaat lahan kosong di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU), Kelurahan Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I.

Disperkim Kota Lubuklinggau ditargetkan Rp 131.850.000 hingga per 1 September 2018 baru terealisasi Rp 5.150.000 atau 3,91 persen. Realisasi ini turun jika dibandingkan 2017 lalu, dengan target yang sama Rp 131.850.000 realisasi 1 September 2017 Rp 14 juta.

Sumber PAD Disperkim Kota Lubuklinggau ada dua, yaitu retribusi pelayanan penguburan atau pemakaman dengan target Rp 1.850.000 realisasi Rp 900.000. Dan, retribusi penyedotan kakus dengan target Rp 130 juta dengan realisasi Rp 4.250.000 atau 3,27 persen.

Kepala Disperkim Kota Lubuklinggau, H Emra Endi Kusuma mengatakan retribusi penyedotan kakus dibebankan kepada warga Rp 200 ribu. Dalam satu bulan rata-rata ada satu pelanggan yang memakai jasa penyedotan kakus.

“Masalahnya kita belum memiliki TPTA,” tegas Emra Endi Kusuma.

Menurut Emra Endi Kusuma, untuk retribusi pemakaman atau penguburan memang sulit dicapai. Karena rata-rata masyarakat Kota Lubuklinggau terlibat dalam keanggotaan persatuan kematian di masjid masing-masing tempat tinggal.

Emra Endi Kusuma optimis tim Disperkim Kota Lubuklinggau akan mencapai target semaksimal mungkin.

”Semaksimal mungkin walaupun belum 100 persen,” ungkap Emra Endi Kusuma.(nia)

Rekomendasi Berita