oleh

LPPAS Muratara: Jika Tidak Bisa Bekerja Serahkan Saja Sama Kami

-Muratara-214 dibaca

LINGGAUPOS.CO.ID – Polemik terkait pencemaran air Sungai Rawas yang diduga akibat ulah oknum penambang emas liar baik yang menggunakan mesin dompeng maupun yang menggunakan alat berat, makin hari makin parah.

Padahal 80 persen warga Musi Rawas Utara (Muratara) menggunakan air Sungai Rawas dan Rupit untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi, cuci dan kakus (MCK).

Ketua Lembaga Persatuan Peduli Aliran Sungai (LPPAS) Kabupaten Muratara Samsul Bahri, mengaku sangat menyesalkan atas tindakan oknum yang lebih mementingkan pribadi tanpa memikirkan masyarakat banyak.

“Kami sangat menyayangkan terhadap tindakan oknum penambang emas yang merajalela tanpa memikirkan dampak dan akibatnya kepada orang banyak,” terangnya, Kamis (22/4/2021).

Kemudian ia juga mengatakan, yang seperti ini jangan dibiarkan karena masyarakat masih banyak minum air sungai. “Perilaku oknum yang hanya memikirkan perut sendiri, merugikan orang banyak. Warga akhirnya bisa mengamuk kalau seperti ini,” tambahnya.

Sambungnya, “Kepada pemerintah atau pemangku kebijakan, jika tidak bisa mengambil tindakan maka serahkan saja kepada kami lembaga masyarakat, permasalahan ini bukan hanya sehari atau dua saja namun sejak pilkada kemarin, sampai saat ini belum ada kebijakan yang di ambil , ada apa dibalik ini?” tegasnya.(*)

Rekomendasi Berita