oleh

LPG Bersubsidi Tidak Sesuai Peruntukan

LINGGAU POS ONLINE, PASAR PEMIRI – Hiswana Migas Kota Lubuklinggau bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Bagian Ekonomi, dan Sat Pol PP Kota Lubuklinggau melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke beberapa Rumah Makan (RM) di kota ‘Sebiduk Semare’ ini, terkait penggunaan LPG bersubsidi.

Mengejutkan, tim ini menemukan banyaknya RM yang masih menggunakan LPG 3 Kg, padahal RM tersebut masuk kategori RM besar dengan omzet jutaan.

“Kami Sidak selama dua hari, asli banyak temuan RM yang kategori besar bahkan terjadi antrean parkir sampai ke badan jalan masih menggunakan LPG 3 Kg. Ini sangat miris, seharusnya pelaku usaha tahu bahwa LPG 3 Kg itu disubsidi pemerintah. Dan pemerintah bukan mensubsidi pelaku usaha untuk mendapat keuntungan, tapi mensubsidi masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah seharusnya malu pakai LPG 3 Kg untuk usaha,” cerita Ketua Hiswana Migas Kota Lubuklinggau, Winasta Ayu Duri.

Ditambahkan Wiwin sapaan ibu tiga orang putri ini, pelaku usaha ini diindikasi membeli LPG 3 Kg dieceran.

“Kami sudah tekan para agen, untuk tidak menjual ke pelaku usaha, dan para agen juga menjual sesuai HET. Yakin mereka tidak membeli di agen tapi di eceran,” tambah Wiwin.

Menurut Wiwin, hasil temuan ini pihaknya tidak bisa memberikan sanksi kepada pelaku usaha. Namun, ia berharap ada efek jera bagi pelaku usaha karena sanksi sosial.

“Kalau sanksi secara administrasi bukan hak kami yang berikan tapi pihak Pemda, tapi minimal mereka malu,” ungkapnya.

Untuk diketahui, setiap harinya suplai LPG 3 Kg di Kota Lubuklinggau sebanyak 9 truk satu truk berisi 560 tabung LPG 3 Kg. Itu artinya, sebanyak 5.040 tabung LPG 3 Kg beredar di Kota Lubuklinggau setiap harinya.

Sementara itu Kadisperindag Kota Lubuklinggau, H M Hidayat Zaini mengaku saat Sidak pelaku usaha sudah diperingatkan untuk beralih menggunakan LPG non subsidi.

“Peringatan terlebih dahulu, nanti kita pantau lagi jika mengulangi kita berikan sanksi dengan mengeluarkan surat rekomendasi pencabutan izin usaha,” tegas H M Hidayat Zaini.(13)

Komentar

Rekomendasi Berita