oleh

Liverpool vs Flamengo: Ancaman Rubro Negros

LINGGAU POS ONLINE- Liverpool kembali menempatkan dirinya di final Piala Dunia Antar Klub. Tahun ini The Reds lolos ke laga pamungkas usai mengalahkan Juara Liga Champions Amerika Utara, Monterrey dengan skor 2-1.

Di laga puncak, Minggu (22/12) dini hari WIB, Skuat Jurgen Klopp bertemu dengan juara Libertadores, Flamengo. Sebelumnya wakil Amerika Latin tersebut sukses menyingkirkan ES Tunis dan Juara Liga Champions Asia, Al Hilal. Menghadapi klub Brasil, Roberto Firmino dan kolega tentu tak mau main-main. Flamengo menjadi klub kedua Brasil yang dihadapi Liverpool.

Juara Liga Champions Eropa enam kali itu pernah mengecap pil pahit di kancah piala dunia antar klub tersebut. Dalam sejarahnya, klub asal Brasil menjadi lawan terberat tim benua biru di ajang tersebut. Pada final 2005, Liverpool terpaksa merelakan gelar juaranya kepada wakil Brasil Sao Paulo setelah kalah 1-0. Nasib yang sama pernah dialami oleh Barcelona saat dibungkam wakil Brasil, Internacional 1-0 (2006) dan Chelsea yang kalah oleh Corinthians 1-0 pada final 2012.

Hanya Real Madrid yang tetap konsisten dengan raihan empat trofi, termasuk yang terbanyak dalam sejarah kompetisi antar benua itu. Sejatinya panggung piala klub antar benua hanya milik Eropa dan Amerika Latin. Sejak dihelat di helat pada tahun 2000, klub asal Benua Asia, Afrika dan Osenia tak pernah sekalipun menjumput impian meraih trofi bergengsi itu. Prestasi terbaik mereka hanya sampai final.

Di sisi lain, Liverpool tak bisa menganggap remeh Flamengo. Kendati baru meraih gelar Libertadores setelah absen sejak tahun 1982, Flamengo tidak bisa dipandang sebelah mata. Rubro Negro-sebutan Flamengo- punya materi pemain yang bagus. Di lini depan mereka memiliki pemain pinjaman Inter Milan, Gabriel Barbosa. Dalam Libertadores 2019, striker ini didapuk sebagai top skorer dengan sembilan gol.

Lalu, ada pemain dengan pengalaman tinggi seperti bek veteran Diego Alves, Filipe Luis, dan mantan full back Bayern Munchen, Rafinha. Jurgen Klopp pun harus mewaspadai kepiawaian strategi sang pelatih Flamengo, Jorge Jesus. Pasalnya, sang entrenador asal Portugal bukanlah pemain baru di dunia si kulit bundar Eropa. Ia pernah menjadi juara di Liga Portugal. Jorge Jesus punya capaian yang apik ketika menjadi pelatih di Benfica dan Sporting CP.

Final melawan Flamengo menjadi ujian berat bagi skuat Marseyside tersebut. Selain memiliki kapasitas pemain yang tajir pengalaman, Flamengo merupakan lawan yang asing. Kehadiran dua skuad Brasil, Roberto Firminho dan Allison Becker menjadi tumpuan Liverpool memintai saran mengenai gaya permainan calon lawannya.

”Kami jelas ingin menang, Bobby [panggilan Roberto Firmino, red] dan Alisson [Becker] tentu akan memberi tips rahasia melawan mereka,” kata Adam Lallana, dikutip dari Sky Sports.

“Setelah melihat tayangan laga mereka di video, kami ternyata tahu calon lawan kami di final tak bisa dianggap remeh, mereka tampil dengan dinamis, agresif, dan jago pula dalam duel fisik. Kami harus waspada,” imbuh gelandang Liverpool itu.

Hal yang sama juga diungkapkan Kiper Liverpool asal Brasil, Alisson Becker. Baginya, Flamengo akan memberi kejutan bagi setiap lawan-lawannya, terlebih ini adalah final pertama bagi klub asal Kota Rio De Janeiro itu.

”Saya merasa seperti final kemarin (Liga Champions Eropa 2018-2019). Kita tidak bisa menutup mata ancaman mereka (Flamengo). Mereka punya gaya main berbeda dari yang biasa kami hadapi. Final ini sangat penting bagi kami dan kami tak mau pulang dengan tangan kosong,” kata eks kiper Internacional itu dilansir Globo Esporte.

Menurutnya, laga final ini bak reuni bersama rekan-rekan Timnas Brasil. Di Flamengo, ia akan bertemu para pemain kompatriotnya di Selecao, seperti Gerson, Diego Alves, Filipe Luis, Rafinha, termasuk sang presiden, Rodolfo Landim. “Mereka kukenal di tim nasional. Akan sangat indah bertemu mereka lagi. Kukira laga nanti akan jadi pertunjukan besar,” tandasnya.

Raksasa Inggris itu sedang menatap rekor baru di kancah dunia. Jika menang atas Flamengo, piala ini menjadi yang pertama di ajang Piala Dunia Antar Klub. Begitupun dengan Flamengo.

Sumber : Fin

 

 

Rekomendasi Berita