oleh

Listrik Byarpet Masyarakat Alami Kerugian

PLN Klaim Ada Kerusakan Sulit Dideteksi

LUBUKLINGGAU – Tiga hari terakhir tepatnya, Sabtu-Senin (5-7/1) pelayanan PT PLN Rayon Lubuklinggau kembali dikeluhkan pelanggan. Ribuan pelanggan tepatnya dari Simpang RCA hingga Kelurahan Watervang mengalami byarpet.

Layanan PT PLN Rayon Lubuklinggau ini juga dikeluhkan Ketua Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Lubuklinggau, H Nurusulhi Nawawi melalui laman Facebook. Menurut Nun sapaan akrab Nurusulhi Nawawi, ada lima kerugian pelanggan karena harus membeli penerangan alternatif.

Seperti, keharusan membeli lampu emergency, lilin atau bahan bakar genset. Byarpet juga berpotensi merusak alat elektronik warga, kegiatan sosial warga terganggu, dan warga merasa tidak nyaman mengingat aliran listrik sebagai sumber pemenuhan hak kehidupan konsumen.

Menurut Nun, saat PT PLN meminta pelanggan membayar tagihan tepat waktu, seharusnya PT PLN juga memprioritaskan layanan.

“Saat pelanggan menunggak lalu dicabut atau disetop layanan, tapi PT PLN tidak memperhatikan hak-hak konsumen. Jika ada gangguan atau masalah pelanggan diminta menghubungi Call Center 123, yang tidak langsung ditindaklanjuti,” ungkap Nun.

Terpisah, Manager PT PLN Rayon Lubuklinggau, M Rizal Alfian menjelaskan adanya pemadaman di beberapa titik disebabkan adanya gangguan peralatan yang sulit terdeteksi. Rizal meminta maaf atas ketidaknyamanan ini, ia mengaku bahwa kerusakan ini tidak dikehendaki PT PLN Rayon Lubuklinggau.

Menurut Rizal Alfian, pemadaman ini mengurangi penjualan listrik ke konsumen.

“Perlu kami gambarkan uraian ketika adanya padam listrik yang diakibatkan oleh gangguan, gangguan bisa disebabkan oleh eksternal seperti pohon/tanam tumbuh, layang-layang, hewan atau tiang tertabrak kendaraan. Gangguan ini jelas bisa diketahui secara visual dan segera bisa diatasi,” jelas Rizal.

Ditambahkan Rizal, penyebab lainnya kerusakan internal yakni kerusakan peralatan sendiri. Ada banyak komponen peralatan yang dipasang untuk memastikan listrik dialiri secara lancar. Seperti, Isolator atau tempat menopang kabel di atas tiang, Arrester anti petir, dan banyak lainnya.

Namun jika terjadi kerusakan isolator, dan arrester maka sulit diketahui apakah kondisi peralatan tersebut masih baik atau tidak.

“Terjadi dengan gangguan seputaran Simpang RCA sampai dengan Watervang, siang tadi sudah selesai pencarian deteksi gangguan yaitu peralatan arrester atau anti petir, sulit dideteksi karena tidak bisa dilihat secara visual, untuk mengetahui harus diukur menggunakan tahanan tembus isolasi pada setiap masing2 gardu terpasang, makanya metode mendeteksi juga harus memadamkan jalur-jalur daerah yang terkena imbas seputaran Simpang RCA sampai Taba Jemekeh,” tambah Rizal.

Ada 1 titik dari 11 titik yang diduga terjadi kerusakan, sementara belum diukur untuk mengetahuinya karena PT PLN Rayon Lubuklinggau fokus untuk penormalan dulu. Terjadinya kerusakan juga disebabkan beberapa faktor, yakni usia peralatan, kerja alat yang sering dihantam petir mengakibatkan lama kelamaan Arrester tersebut memiliki nilai tahanan isolasi yang lebih rendah.(nia)

Rekomendasi Berita