oleh

Lirik Peluang Industri Film

Dr Rusmana Dewi
“LSMF itu bukan saja dapat menggali potensi para seneas muda. Namun ajang ini telah mengajarkan banyak hal (mendidik) anak muda untuk berpikir positif….”

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Berkaca pada Lubuklinggau Short Movie Festival (LSMF) 2017 yang diselenggarakan BennyInstitute dan Dewan Kesenian, yang didukung penuh oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau beberapa waktu yang lalu, menunjukkan bahwa Lubuklinggau dan sekitarnya memiliki anak muda yang kreatif. Hal ini menurut Seniman, DR Rusmana Dewi patut menjadi perhatian Pemkot Lubuklinggau memiliki anak-anak muda berbakat.

“LSMF 2017 ini bisa dijadikan indikator betapa geliat perfilman daerah ini benar-benar hidup. Di LSMF bermunculan seneas (seseorang yang memiliki keahlian tentang cara dan teknik pembuatan film) muda,” terang DR Rusmana Dewi, Rabu (2/1).

Menurutnya, banyak sisi positif yang bisa diambil dalam ajang ini.

Pertama, kata Rusmana Dewi, melalui LSMF itu bukan saja dapat menggali potensi para seneas muda. Namun ajang ini telah mengajarkan banyak hal (mendidik) anak muda untuk berpikir positif.

“Apalagi muncul pernyataan miring berbagai isu miring tentang anak muda di Lubuklinggau dan sekitarnya. Dengan hadirnya seneas-seneas muda ini, bisa meminimalisir segala hal negatif. Melihat potensi yang ada semoga dapat menepis pernyataan miring tersebut dan menjadi motivasi bagi seluruh anak muda dimanapun berada,” jelas ibu yang memiliki nama pena RD Kedum itu.

Kedua, jelas RD Kedum, ternyata Lubuklinggau dan sekitarnya memiliki anak-anak muda yang cerdas. 77 Film pendek dalam LSMF yang ditayangkan di Youtube menjadi tolak ukur jika dunia seneas cukup dikenal diminati oleh pemuda Lubuklinggau.

“Secara tidak langsung, anak-anak muda kita mampu membaca peluang industri perfilman yang semakin maju,” terangnya.

Ketiga, dengan LSMF bukan saja menggali kreativitas, namun juga menjadi ajang promosi berbagai hal tentang Lubuklinggau. Secara tidak langsung, membantu pemerintah kota, agar tertarik dan melirik Lubuklinggau untuk berinvestasi.

“Harapan ke depan, semoga ajang ini tidak hanya sebatas lomba, tapi melihat geliat perfilman di kalangan anak muda, ke depan anak-anak muda ini perlu mendapat suntikan materi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan perfilman,” pintanya.

Jadi bukan hanya mampu memfokuskan kamera lalu jadilah film. Tapi, kata RD Kedum, perlu diajarkan berbagai hal sebagai pondasi melahirkan sineas daerah yang berkualitas.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita