oleh

Lion Air Terkesan Mengabaikan Begitu Saja

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menerima kuasa hukum dan perwakilan dari keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di Karawang akhir tahun lalu. Mereka mengadukan hak-hak yang seharusnya dipenuhi oleh Lion Air. Kuasa hukum dan keluarga korban menilai kewajiban mendasar pihak korporasi tidak dipenuhi kepada para korban.

Bahkan berdasar dari aspirasi para korban, Fahri menyampaikan, mayoritas dari keluarga korban belum mendapat kompensasi apapun. Sedangkan hanya sebagian yang telah menerima kompesasi, disertai dengan pra syarat yang begitu aneh. Karena setelah menandatangi kesepakatan, lalu seluruh hak-haknya hilang.

Ada kesan diabaikan, dilepas begitu saja, dianggap ini tidak penting untuk diurus. Padahal ratusan keluarga korban masih mencari keadilan. Imbauan saya, pemerintah harus punya koordinasi untuk menuntaskan hak-hak dari keluarga korban,” papar Fahri usai menerima kuasa hukum dan perwakilan keluarga korban di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/1/2019).

Pemerintah yang seharusnya bertanggung jawab melindungi warga negara, menurut Pimpinan DPR RI Kordinator Kesejahteraan Rakyat ini justru malah seperti gamang menghadapi kasus ini, Lion Air seperti diberi ruang untuk “ngerjain” keluarga korban, dengan sisa korban yang belum ditemukan, 64 orang dari 189 orang.

Seharusnya pemerintah hadir memberikan kepastian kepada keluarga korban tentang akhir dari pencarian dan tentang kompensasi yang diterima oleh keluarga korban, tegas legislator dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Menindaklajuti aduan masyarakat ini, Fahri akan berkirim surat kepada Presiden agar ada perhatian dan bantuan untuk keluarga korban. Selain itu, secara internal ia juga akan mengirim surat kepada Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di internal DPR RI agar bisa menelusuri akar permasalahan yang terjadi.

Saya akan berkirim surat kepada Presiden berdasarkan aspirasi, supaya Presiden membantu keluarga korban. Yang kedua nanti kami akan proses mekanisme internal DPR agar diadakan rapat gabungan untuk menemukan di mana titik lemah persoalan ini,” ungkap Fahri.

Terpisah, Kepala Basarnas M Syaugi mengaku tidak masalah dengan apa yang dilakukan oleh keluarga Lion Air Tersebut. Hal itu diungkapkan dirinya karena pihaknya merasa telah bertanggung jawab dan sudah selesai melakukan evakuasi korban pesawat jatuh Lion Air JT 610.

Syaugi pun mengatakan sudah tidak ada lagi korban yang ditemukan Basarnas dalam pencarian beberapa hari terakhir. “Faktanya 196 kantong itu sudah ditemukan dan di bawah tidak ada lagi. Itu tim SAR gabungan loh, bukan hanya Basarnas, ada TNI, Polri, relawan, semua,” ujar Syaugi.

Basarnas telah memperpanjang operasi pencarian sampai 13 hari. Syaugi mengatakan selama 13 hari itu Basarnas rutin melakukan pencarian. Hasilnya, Basarnas menemukan bagian tubuh korban sampai 196 kantong. Basarnas yakin semua korban ada di dalam kantong tersebut. Sebab Basarnas tidak menemukan apa-apa lagi setelah 196 kantong itu.

“Di dasar laut di radius 250 meter tempat jatuhnya pesawat Lion itu, termasuk di Pantai Tanjung Kerawang itu sudah tidak ada lagi ditemukan. Jadi sampai hari ke-12 pun sudah tidak ada, hari ke-13 tidak ada, kita mau mencari ke mana lagi?” tandasnya. (frs/lion)

Rekomendasi Berita