oleh

Lindungi Keluarga dengan BPJS Tenaga Kerja

LINGGAU POS ONLINE, WATEVANG – Banyak sekali manfaat yang didapat bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Tenaga Kerja. Mulai dari Jaminan Keselamatan Kerja (JKK), Jaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Faktanya, masih banyak yang belum tahu, siapa-siapa saja yang bisa jadi peserta BPJS Tenaga Kerja.

“Selama ini, yang ada di benak kita BPJS Tenaga Kerja hanya untuk para pekerja di perusahaan. Ternyata, semua masyarakat bisa jadi peserta BPJS Tenaga Kerja, asalkan bekerja, entah itu pengojek, petani dan pedagang, termasuk usaha mandiri lainnya,” jelas Kepala Cabang BPJS Tenaga Kerja Kota Lubuklinggau, Agus Teodorus, PM didampingi Manager Pemasaran BPJS Tenaga Kerja Cabang Kota Lubuklinggau, Heru Saputra saat tandang ke Graha Pena Linggau Pos, Senin (5/2).

Didampingi Direktur PT Wahana Semesta Linggau, Solihin, Agus Teodorus menjelaskan, sebenarnya BPJS Tenaga Kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Tapi, untuk BPJS Tenaga Kerja hanya meng-cover para pekerja saja, baik sektor formal maupun informal, seperti pedagang, nelayan, pengojek maupun petani.

Dengan manfaat tersebut, dilanjutkan Agus, dapat membuat anggota keluarga lainnya tidak was-was di rumah. Sebab, kalaupun terjadi apa-apa dengan pekerja, semuanya sudah dijamin oleh BPJS Tenaga Kerja. Mulai biaya berobat hingga uang santunan untuk cacat tetap dan kematian.

Bahkan, jaminan yang diberikan BPJS Tenaga Kerja bukan hanya saat sedang bekerja saja, kalaupun pesertanya meninggal dunia akibat gantung diri pun, akan diberikan bantuan pemakaman Rp 3 juta, santunan Rp 4,8 juta, beasiswa untuk anak yang ditinggalkan Rp 12 juta, serta 48 kali lipat dari upah yang sudah dilaporkan.

“Ini berlaku untuk semua peserta, tanpa terkecuali. Bahkan, untuk kelas rawat disamakan, semuanya masuk di kelas I,” ungkapnya.

Selain itu, keuntungan bagi peserta BPJS Tenaga Kerja adalah, ketika peserta sedang dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan, baik itu saat pergi maupun pulang kerja. Selama peserta sedang dirawat di rumah sakit, penghasilannya akan dibayar penuh.

Misalnya, kalau sehari peserta berpenghasilan Rp 200 ribu dan ia dirawat selama 20 hari di rumah sakit, maka akan dibayar oleh BPJS Tenaga Kerja sebesar Rp 2 juta.

“Khusus untuk jaminan hari tua, akan dibayarkan sekitar Rp 147 juta, dan pembayarannya langsung ke tenaga kerja. Kalaupun, peserta tidak lagi bekerja, uang tersebut bisa diambil oleh yang bersangkutan,” katanya.

Dengan banyaknya manfaat ini, maka Agus mengajak seluruh masyarakat yang ada di wilayah Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, Musi Rawas Utara (Muratara) dan Empat Lawang, untuk mendaftarkan dirinya sebagai peserta BPJS Tenaga Kerja.

Sebab, banyak sekali manfaatnya, baik untuk peserta, maupun untuk keluarga peserta. Keluarga tidak was-was lagi di rumah, peserta nyaman dan tenang dalam bekerja. (11)

Komentar

Rekomendasi Berita