oleh

Limbah Kelapa Bisa Tingkatkan Income

EMPAT LAWANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Empat Lawang H Edison Jaya mengapresiasi diadakannya Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kelapa Terpadu, Jumat (21/12).

Menurut Edison, kelapa merupakan Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah di Empat Lawang. Namun selama ini hanya menjadi limbah dan belum ada nilainya namun setelah melihat dari hasil pelatihan ia mengaku terkejut.

Bahkan, pohon kelapa, tempurung, lidi sapu bahkan sabut yang sudah dikelola jadi bernilai ekonomi tinggi. Jika ditekuni, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dulu pohon kelapa di Empat Lawang hanya satu saja peruntukannya yakni sebagai jembatan sungai kecil. Namun ternyata bisa diolah menjadi berbagai kreasi, piring, asbak, kotak tisu, bingkai foto yang semuanya memiliki nilai ekonomis tinggi bahkan kelas ekspor jika ditekuni,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pemberdayaan Masyarakat Yogyakarta, Suherly juga mengaku sempat pesimis. Namun setelah dilihat hasil dan kenyataan di lapangan, ternyata semangat 150 pemuda di Empat Lawang tidak kalah hebatnya dengan pemuda di kabupaten/kota yang sudah didatanginya.

“Saya bangga sekali sampai penutupan semangatnya masih tinggi,” kata Suherly.

Bagaimana dengan tindak lanjut pelatihan?

Suherly mengaku sudah dipikirkan,  hasil yang dibuat peserta pelatihan dinilainya sudah baik namun untuk melakukan pemasyarakat harus memenuhi beberapa syarat. Terutama kualitas,  kuantitas serta kontinuitas.

“Apalagi yang kita ketahui bahwa pemateri tidak hanya sebagai pelatih namun merupakan pelaku langsung dan siap tampung produksi UKM ini namun sesuai syarat tadi,” jelasnya.

Yang  terpenting lagi,  kata Suherly pelatihan bukan semata mata langsung menjadi pengusaha namun butuh rencana tindak lanjut.

Caranya, saran Suharly, bentuk kelompok, kemampuan ditingkatkan, adakan tempat, berketerampilan dan penting bantu dari sisi permodalan.

Ia memastikan pelatihan ini menjadi pintu gerbang menjadi pelaku UKM profesional sudah di depan mata.

“Jika diam saja maka tidak akan jadi apa-apa,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Empat Lawang, Kuswinarto bersyukur Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kelapa Terpadu sukses.

Ia berharap, pemuda yang telah dilatih ini bisa menjadi kelompok produsen kerajinan. Sehingga hasil produk ini bisa dijual kerja sama pelaku UKM yang memiliki pasar cukup luas.

“Di Yogyakarta hasil pelatihan seperti ini bisa dijual sampai keluar. Bahkan ada yang ekspor bambu. Tahun depan bimtek pengolahan bambu terpadu,” ucapnya. (cw2)

Rekomendasi Berita