oleh

Limbah Batu Bara Cemari Sungai Kutean

LINGGAU POS ONLINE, LAHAT – Terpantau warga Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat dihebohkan dengan mengalirnya limbah di Sungai Kutean yang sangat pekat, hingga warga tidak bisa lagi mencuci dan mandi sebagai mana layaknya.

Kepala Dusun Tiga Desa Muara Lawai, Hengki menyampaikan, bahwa warna kuning kepekatan air Sungai Kutean tersebut tidak bisa dibiarkan. Karena dikhawatirkan limbah ini mengalir ke Sungai Air Lawai, yang jauhnya kurang lebih 3 KM.

“Hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan warga kami,” terang Hengki.

Hingga saat ini, lanjut Hengki, sumber limbah belum bisa diketahui, akan tetapi di bagian hulu sungai ada aktivitas eksplorasi batubara oleh dua perusahaan yakni PTBA dan PT GGB. Dan warga tidak serta merta menuduh, sebelum semua dibuktikan oleh pihak yang berwenang.

“Sejak adanya perusahaan yang ada di sekitar perkebunan warga, hal ini menambah sulitnya warga untuk memanfaatkan air bersih,” terangnya.

Tak hanya itu, As sebagai warga setempat juga menyebut, pekat dan bau limbah yang mengalir di Sungai Kutean sangat mengganggu dan meresahkan warga

“Terutama ekosistem yang ada di area sungai tersebut,” kata As.

Sementara itu, Khoirul salah seorang warga setempat juga mengatakan UU No. 32 tahun 2009 dengan tegas mengatur tentang lingkungan hidup. Termasuk ancaman dan dendanya, Sementara kenyataan di lapangan, perwakilan warga terdampak limbah, yang terus menerus mengaliri sungai sangatlah merasa dirugikan.

“Utamanya air bersih dan matinya ikan sungai. Harapan kami sebagai warga, perusahaan apapun yang ada beroperasi di wilayah Desa, khususnya Muara Lawai, hendaknya selalu menjaga kelestarian lingkungan hidup,” ungkapnya.(19)

Komentar

Rekomendasi Berita