oleh

Lima Tersangka AKN Segera Dilimpahkan

LUBUKLINGGAU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau dalam waktu dekat akan melimpahkan lima tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek Akademi Komunitas Negeri (AKN) Musi Rawas Utara (Muratara) untuk disidangkan. Saat ini tim penuntut umum telah menyempurnakan surat dakwaan. Setelah itu berkas lima tersangka tersebut akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang.

Adapun lima tersangka inisial, BR, FA, FI, FR dan SB. Semua tersangka diduga telah membuat kerugian negara hingga miliaran rupiah. Proyek dikerjakan diduga tidak sesuai dengan yang telah diharapkan.

Demikian dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggau, Hj Zairida didampingi Kasi Pidsus M Ikbal kepada Linggau Pos.

Menurut M Ikbal, dalam menyempurnakan berkas dakwaan, para tersangka akan didakwa sesuai dengan perannya masing-masing dalam proyek pembangunan gedung AKN.

“Prinsipnya, para tersangka akan didakwa sesuai kesalahannya,” tegasnya, Minggu (20/1).

Sebelumnya Senin (7/1), empat tersangka selain BR karena telah diamankan terlebih dahulu, ditahan berdasarkan surat perintah penahanan tingkat penuntutan, yakni No.PRINT-01/N.6.16/Ft.1/1/2019, No.PRINT-02/N.6.16/Ft.1/1/2019, No.PRINT-03/N.6.16/Ft.1/1/2019 dan No.PRINT-04/N.6.16/Ft.1/1/2019.

Proses penahanan dilakukan berdasarkan alasan subjektif dan objektif. Yakni dikhawatirkan para tersangka melarikan diri, kemudian menghilangkan barang bukti atau kembali mengulangi perbuatan yang sama. Kemudian, alasan objektifnya yakni tindak pidana diduga dilakukan keempat orang tersangka ini, ancaman hukumannya diatas lima tahun. Karena, para tersangka diduga telah melanggar Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 ayat 1 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 AYAT 1 ke-1 Kitab UU Hukum Pidana, subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat 1 UU No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus AKN, berdasarkan keterangan para tersangka di persidangan, yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara melalui Dinas Pendidikan, membangun gedung AKN di Desa Noman Baru Kecamatan Rupit tahun 2016 lalu. Dengan anggaran sekitar Rp8,4 miliar.

Namun, hingga saat ini bangunan gedung AKN tersebut terbengkalai dan belum berfungsi sebagaimana mestinya lantaran belum selesai. (aku)

Rekomendasi Berita