oleh

Lima Tahun Pembangunan, Warga Muratara Rasakan Perubahan

LINGGAUPOS.CO.ID – Lima tahun terakhir gebrakan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Muratara, masyarakat mulai rasakan dampak perubahan. Jika sebelumnya banyak daerah mengalami krisis sumber aliran listrik, namun saat ini aliran listrik ke permukiman warga mulai stabil.

Taufik, warga Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir mengatakan, jika sebelumnya di wilayah mereka alami krisis aliran listrik, dan mengalami byar pet ketika malam. Namun dalam beberapa tahun terakhir, aliran listrik sudah mulai normal dirasakan masyarakat.

“Kalau dulu setiap malam pasti spaning, listrik tidak kuat cuma bisa menghidupkan lampu. Tapi sekarang sudah bisa menyalakan TV, listrik sudah normal,” katanya, Jumat (18/9/2020).

Pihaknya berharap, Pemerintah terus meningkatkan pembangunan khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Ia mengaku, kendati aliran listrik di wilayah mereka masih kerap alami byar pet namun rasio itu sudah mulai berkurang dan hanya terjadi ketika momen tertentu seperti saat hujan lebat dan bencana alam. “Mungkin kabel jaringan terkena dahan pohon jadi mati lampu, tapi untuk daya sekarang sudah sangat normal,” timpalnya.

Pihaknya berharap, selain peningkatan jaringan listrik di permukiman warga. Mereka juga meminta Pemerintah Daerah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan.

“Di wilayah kami tinggal masalah jalan yang belum selesai. Karena di Rawas Ilir banyak jalan belum di aspal dan masih berupa jalan tanah,” pintanya.

Apriyadi warga Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara mengaku, saat ini LPJU sepanjang jalinsum Muratara, Khususnya di ibu kota Kabupaten, dalam kondisi terang. Sejumlah LPJU yang terpasang sudah berfungsi maksimal.

“Wilayah ibu kota Muratara sekarang idak gelap lagi, lampu lampu jalan sudah terang. Warga nyaman dan aman beraktifitas. Sekarang banyak warga berjualan, kalau malam di wilayah ibu kota, sudah ramai,” timpalnya.

Sementara itu, PLT Kepala Dinas PU Cipta Karya, Amrulah mengungkapkan, suplai aliran listrik di wilayah Muratara saat ini sudah dialiri dari dua sumber. Seperti jalur Surulangun – Nibung, dan Lubuklinggau – Nibung.

“Tegangan listrik kita sudah cukup baik, dan sampai ke permukiman sekitar 180-220 Volt. Namun kondisi itu juga ada dampak negatifnya, kabel jaringan kita mudah terbakar jika terkena tanam tumbuh dan mengakibatkan gangguan pemadaman,” ujarnya.

Jika sebelumnya gangguan listrik, pernah terjadi di beberapa wilayah Muratara, seperti Desa Belani, Batu Kucing, Air Bening, Sungai Kunyit, dan Sungai Lanang. “Namun kondisi itu bisa atasi dengan dua jalur aliran listrik,” ia mengatakan.

Sementara itu, Bupati Muratara H Syarif Hidayat menyatakan, di 2020 sudah 100 persen wilayah Kabupaten Muratara sudah dibangun jaringan listrik.

Pihaknya berjanji akan terus memfokuskan pembangunan dasar di masyarakat, seperti infrastruktur dasar jalan, jembatan, listrik, air bersih, kesehatan,pendidikan dan lainnya sesuai dengan visi dan misinya.

“Saya ikhlas sebanyak banyaknya anggaran di curahkan untuk kepentingan masyarakat,” kata H Syarif Hidayat. “Saya ingin masyarakat sejahtera, aman, nyaman, religius dan bermartabat,” tegasnya. Selain fokus infrastruktur dasar pemda juga utamakan pembangunan non fisik, “Dengan pembangunan SDM kita memanusiakan manusia,” tutupnya. (*)

Rekomendasi Berita