oleh

Lima Sekolah Rawan Terendam Banjir

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Memasuki musim penghujan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas mengingatkan sekolah-sekolah yang rawan banjir untuk siaga. Karena dari 316 SD/MI negeri dan swasta, lima diantaranya rawan banjir.

“Yang sering terendam banjir itu SDN Pendingan Kecamatan Muara Lakitan, SDN Prabumulih 1 Kecamatan Muara Lakitan, SDN Prabumulih II Kecamatan Muara Lakitan, SDN Sembatu Jaya Kecamatan BTS Ulu, dan SDN Bingin Jungut Kecamatan Muara Kelingi. Kalau untuk SMP semuanya aman,” jelas Kadisdik Kabupaten Musi Rawas, H Sukamto melalui Kabid Pembina Pendidikan Dasar, Hartoyo, Senin (13/11).

Ia menerangkan, karena kerap terendam banjir. Maka, ia meminta agar para kepala sekolah bersiap ambil tindakan untuk menyelamatkan buku juga piranti belajar kelas yang dinilai mudah rusak.

“Kalau dari pengalaman sebelumnya, aset-aset sekolah yang mudah rusak ini perlu diselamatkan lebih cepat. Namun kalau meubelair ya terpaksa dibiarkan di kelas. Akibat seringkali terendam banjir, jadi tidak sedikit meubelair dan pintu sekolah mudah rusak juga,” jelas Hartoyo.

Apa yang disampaikan Hartoyo dibenarkan Ketua PGRI Kabupaten Musi Rawas H Hermansyah, yang kerapkali datang untuk meninjau tempat pengabdi para guru-guru di bawah naungan PGRI.

“Kalau SDN Pendingan ini tahun 2012 lalu pernah terendam banjir sampai 2 meter. Karena jaraknya dengan Sungai Musi hanya 500 meter. Alternatif solusinya, ya murid belajar di rumah,” terang Hermansyah.

Banjir bandang itu terjadi dalam siklus lima tahunan. Meski begitu, Hermansyah berdoa agar tahun 2017 ini tidak terjadi banjir yang sama di SDN Pendingan.

“Di sekolah ini, ada 120 murid. Memang kalau banjir bisa semingguan belajar di rumah. Doakan saja tahun ini tidak terjadi banjir bandang itu. Kalau biasanya, paling tinggi banjir setinggi 80 centimeter (CM),” jelas Hermansyah lagi.

Mengenai tiga sekolah yang rawan banjir terjadi di Kecamatan Muara Lakitan, menurut Hermansyah hal itu tidak bisa dihindari lagi.

“Karena bangunan ketiga sekolah ini bukan bangunan baru. Ketiganya dibangun tahun 1980-an. Solusinya paling antisipasi kesiagaan saja. Bukan hanya sekolah, namun juga warga sekitar,” tuturnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita