oleh

Lima Paket Proyek DPUPR Terancam Batal

LINGGAU POS ONLINE, CURUP- Sedikitnya ada lima proyek di Kabupaten Rejang Lebong terancam batal dilaksanakan, tiga diantaranya proyek di dilingkungkan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (DPUPR). Akibatnya, anggaran untuk kelima proyek tersebut akan silpa, bahkan dua diantaranya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Lima proyek yang terancam batal, yakni Pembangunan Gedung Serba Guna (GSG) di Lapangan Setia Negara Curup, Paket pengawasan pembangunan GSG. Selanjutnya Paket Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan, Pembangunan toilet, dan Ruang ganti dan Gazebo di Danau Mas Harun Bastari.

Kepala DPUPR Kabupaten Rejang Lebong, Yusran kepada wartawan, Selasa (14/8) mengatakan untuk pembangunan GSG masih menunggu rekomendasi teknis dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan RI.

Sedangkan untuk proyek RDTR masih menunggu hasil peninjauan kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Kemungkinan besar silpa, dan kita anggaran lagi 2019,” kata Yusran.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong, Dharmansyah mengakui ada dua paket pekerjaan menggunakan DAK terancam tidak bisa dilaksanakan. Dua paket tersebut diantaranya pembangunan toilet dan ruang ganti dan Gazebo di Danau Mas Harun Bastari.

Dharmansyah menambahkan kedua proyek tersebut telah dianggarakan Rp 1,6 miliar. Penyebabnya, gagal lelang, pada saat lelang pertama tidak ada perusahaan penawar yang lolos pra kualifikasi, kemudian pelelangan berikutnya sudah tutup sehingga tidak bisa lagi.

Penggunaan DAK dibatasi hingga 21 Juli 2018, 2019 Pemkab Rejang Lebong kembali mengajukan lagi DAK.

“Kami sudah berikan penjelasan ke Kementerian Pariwisata, karena dana ini bukan tidak terserap, namun karena proses pelelangannya yang tidak dapat lelang karena keterbatasan waktu dan perubahan sistem aplikasi,”akunya.(09)

Rekomendasi Berita