oleh

Lima Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

SEDIKITNYA lima orang dilarikan ke Rumah Sakit Siti Aisyah (RSSA), Rabu (20/12). Akibat bentrokan antara warga dengan aparat kepolisian dalam eksekusi lahan milik Perum Damri, kemarin.

Lima warga tersebut yaitu David yang tinggal di Asrama Polisi, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I merupakan anggota Polres Lubuklinggau terkena gas air mata. Ia adalah anggota Satbrimobda Detasemen B Lubuklinggau.

Kedua, Muhammad Arriza Rapsanjani warga Kelurahan Kenanga, Kecamatan Lubuklinggau Utara II yang mengalami luka robek akibat kaca di pergelangan tangan.

Kemudian,  Apri Susanto warga Desa Lubuk Tua, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas  terkena tembakan di paha kiri atas dan harus dilakukan operasi oleh ahli bedah.

Lalu, Candra As Sajadah warga Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, mengalami luka di pergelangan tangan. Tak hanya itu, ada juga Kemas warga Sekip, Kota Palembang yang mengalami luka di kepala. Setelah dilakukan pengobatan langsung diborgol untuk dibawa ke Polres Lubuklinggau, diduga karena menjadi provokator dalam eksekusi lahan tersebut.

“Lebih ruang pukul 10.00 WIB, kita menerima lima pasien dari bentrokan akibat adanya eksekusi Lahan Perum Damri. Kita tangani semua, pasien yang datang itu. Karena, sejak kemarin kita sudah diminta untuk siaga ketika eksekusi lahan ini dilakukan,” kata Direktur RS Siti Aisyah, H Mast Idris Usman didampingi Bagian Humas, Yassir Watera kepada Linggau Pos, Rabu (20/12).

Menurut Yassir Watera, seluruh pasien langsung ditangani dengan baik oleh tim dokter.

Sementara itu, tim media  yang stand by di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), dr Nova mengatakan semua pasien kondisinya sadar, namun ada satu pasien yang harus dioperasi, akibat pelurunya masih di dalam. Penjadwalannya disesuaikan oleh dokter bedah.

“Untuk sementara sudah kita lakukan rontgen, dan hasilnya kita mau lihat dulu posisi pelurunya di mana. Untuk dibedah juga, kita harus menunggu persetujuan dari pihak keluarga. Untuk aparat kepolisian sendiri ada yang terkena luka robek, ada juga yang terkena gas air mata,” imbuhnya.

Seorang warga yang dilarikan ke RSSA, Apri Susanto saat dikonfirmasi Linggau Pos mengaku pada saat kejadian dirinya berada di tempat warga yang lain. Namun, ada anggota yang mengejarnya. Karena, merasa dikejar oleh anggota kepolisian, dirinya langsung berlari. Ketika berlari tersebut, langsung ditembak dengan peluru karet, terkena paha kiri atas.

“Saya masih sepupunya Sarbeni, ketika saya berlari, saya langsung dikejar. Merasa dikejar ke belakang rumah, saya langsung berlari dan seketika ditembak oleh anggota,” akunya.

Sementara itu, anggota Satbrimobda Detasemen B Lubuklinggau, Muhammad Arriza Rapsanjani mengatakan kemungkinan besar tangannya terkena pecahan kaca dari bom molotov.

“Ini parah sekali bentroknya, warga bawa bambu runcing, bawak bom molotov, dan senjata tajam, saya sendiri masih sadar ketika dibawa ke RSSA. Tapi memang untuk berdiri di lokasi, tidak kuat lagi, karena banyak darah yang keluar,” ucapnya.

Pantauan Linggau Pos di lapangan, seorang warga yang terluka di kepala, atas nama Kemas setelah ditangani oleh tim kesehatan langsung diborgol dan dibawa anggota Polres Lubuklinggau.

“Ada yang mengatakan kalau dia provokator aksi, makanya di borgol anggota,”cetus warga yang berada di RSSA. (12)

Komentar

Rekomendasi Berita