oleh

Lima Kecamatan Terancam Banjir

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas (Mura) memetakan ada lima kecamatan terancam banjir.

Diantaranya Kecamatan Megang Sakti, Kecamatan Muara Kelingi, Kecamatan Muara Lakitan, Kecamatan STL Ulu Terawas dan Kecamatan BTS Ulu.

Saat ini, Kepala BPBD Mura Paisol menerangkan, tiga desa dan 165 rumah warga di Kabupaten Musi Rawas terendam banjir.

“Sementara Rabu (30/5), kita kembali mendapat laporan banjir kembali terjadi di Kecamatan Megang Sakti. Yakni jalan di SP 4 Desa Mekar Sari yang ketinggiannya mencapai 50 Centimeter (Cm), serta Desa Muara Megang yang ketinggiannya mencapai 50 Cm hingga 100 Cm,” ungkap Paisol.

Masuknya musim hujan, Paisol mengungkapkan alat evakuasi yang mereka miliki siaga 24 jam. Seperti empat perahu karet, empat armada, empat tenda dengan 30 personel.

Untuk desa maupun rumah warga yang menjadi langganan banjir, BPBD Mura tidak bisa memprediksi. Karena setiap tahunnya berbeda tergantung volume air sungai yang meluap. Namun rata-rata disebabkan meluapnya air sungai seperti Sungai Lakitan, Sungai Musi maupun Sungai Megang.

Sunardi, warga Desa Muara Megang Kecamatan Megang Sakti membenarkan kalau desanya sudah terendam banjir dengan ketinggian 50 Cm hingga 100 Cm. Sejak pagi, lebih kurang 50 rumah warga yang terendam banjir.

“Termasuk rumah saya, tingginya sudah mencapai paha orang dewasa,” ungkap Sunardi.

Ia berharap, banjir yang melanda desanya saat ini cepat surut.

“Dan warga berharap, ada bantuan dari Pemkab Mura. Karena hingga sore, belum ada bantuan yang kami terima,” ungkapnya kembali.

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Muratara, Zulkipli mengatakan banjir beberapa hari lalu hanya terjadi di Desa Bukit Langkap, Kecamatan Karang Jaya. Itupun tidak sampai merendam rumah penduduk, hanya hamparan sawah saja.

Di Kabupaten Muratara ada beberapa kecamatan yang berpotensi rutin terjadi banjir. Diantaranya, Kecamatan Karang Dapo, Kecamatan Rawas Ilir, dan sebagian Kecamatan Rupit.

Desa yang berpotensi banjir, Desa Pantai, Desa Lubuk Rumbai, Desa Rantau Kadam, Kelurahan Karang Dapo, Desa Karang Dapo 1, Desan Karang Dapo. Selanjutnya, Desa Biaro, Desa Mandi Angin, Desa Bingin Teluk, Desa Belani, Desa Batu kucing, Desa Pauh 1 dan 2. Desa Bingin Teluk 1 dan 2, dan Desa Tanjung Rajo.

Puncaknya banjir terjadi Februari 2018 lalu, namun tidak begitu tinggi. Zulkipli menghimbau warga untuk tetap waspada, apalagi memasuki Idul Fitri 1439 Hijriah.

“Sebagian rumah warga bentuknya panggung, makanya barang-barang letakkan di lantai atas. Kalau sewaktu-waktu banjir sudah aman,” ungkap Zulkipli.(13/07)

Rekomendasi Berita