oleh

Lima Kecamatan di Musi Rawas Rawan Karhutla

LINGGAU POS ONLINE – Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas (Mura) lima kecamatan dianggap berpotensi rawan terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kepastian itu diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Mura, Paisol kepada koran ini saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (26/7).

Data daerah yang rawan kebakaran tersebut berdasarkan kilas balik kebakaran hutan dan lahan dari 2015 sampai dengan tahun 2017. Serta hasil pantauan di lapangan dan informasi aplikasi delapan.

Namun, lima kecamatan yang berpotensi kebakaran hutan dan lahan itu yakni Kecamatan Muara Lakitan, Muara Kelingi, Megang Sakti, Selangit dan Kecamatan BTS Ulu.

Selain lahan dan hutan, masyarakat lima kecamatan itu memiliki lahan gambut dan banyak perusahaan perkebunan yang juga sering terjadi kebakaran.

“Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan hutan, kita telah menyosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan,” kata Paisol.

Sebelumnya Pemkab Mura telah memberitahukan larangan membakar hutan dan lahan melalui camat dan kepala desa.

“Saat ini kita telah memiliki relawan di setiap lima kecamatan itu, dan juga menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) di posko induk beserta alat pemadam kebakaran,” ucapnya.

Pihaknya juga menyiagakan dua mobil Damkar, dan per kecamatan ada satu anggota BPBD dengan sistem piket bergantian 24 jam. Serta dibantu oleh warga, Polri dan TNI.

“Kalau terjadi kebakaran di Kabupaten Mura saat ini belum ada, tetapi kalau hanya hotspot ada. Namun, hotspot itu belum tentu titik api, bisa saja cuaca panas, atap rumah warga dan lainnya,” jelasnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan dan hutan, dan jika terjadi kebakaran cepat menghubungi pihaknya yang selalu standby 24 jam.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Bandara SMB II Palembang, Bambang Beni Setiadji mengatakan saat ini musim kemarau sudah tiba dan puncak pada Agustus nanti.

Maka dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Terutama daerah yang rawan kebakaran, dan masyarakat dianjurkan untuk rutin minum air putih setiap harinya.

“Kita berharap semoga masih tetap hujan di wilayah kita, walau pun musim kemarau,” harapnya. (dlt)

Rekomendasi Berita