oleh

Lima Imbauan MUI untuk Umat Muslim, Terkait Perayaan Natal dan Tahun Baru

LINGGAU POS ONLINE- Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Lubuklinggau keluarkan lima imbauan untuk umat muslim di Lubuklinggau. Imbauan ini mengacu dari Fatwa MUI Pusat dan hasil musyawarah Komisi Fatwa serta komisi dakwah dan pengembangan masyarakat Islam MUI Kota Lubuklinggau, Senin (16/12) lalu.

Ketua MUI Kota Lubuklinggau, KH Syaiful Hadi Ma’afi saat dibincangi menegaskan imbauan ini mereka keluarkan setelah mendapat pertanyaan dari masyarakat, tentang apa sikap mereka terkait perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Selain itu kita ikuti aturan dari MUI Pusat. Makanya kita keluarkan lima imbauan untuk umat muslim kita, saat perayaan Natal dan Tahun Baru,” kata Syaiful Hadi.

Isi imbauan tersebut yakni, pertama mengikuti upacara Natal bersama bagi umat Islam hukumnya haram. Kedua umat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah SWT, maka dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal. Ketiga tidak menggunakan atribut yang berkaitan dengan perayaan Natal. Keempat diimbau untuk tidak mengucapkan Selamat Natal, serta kelima untuk tetap menjaga kerukunan antar umat beragama.

Lalu untuk perayaan Tahun Baru, MUI juga mengimbau agar tidak dirayakan secara berlebihan. Rayakan dengan sederhana, bahkan lebih baik rayakan dengan berzikir dan membaca Alquran.

“Kita wajib toleransi, tapi terkait tataran sosial bukan tataran ritual. Selalu kami tekankan wajib menghormati agama lain dan jangan ganggu, jaga kondusifitas tetapi jangan ikuti ritualnya. Lakum dinukum waliyadin, untukmu agamamu dan untukku Agamaku,” tegas Syaiful Hadi.

Ia juga mengimbau kepada pelaku usaha, untuk tidak memberikan aturan wajib kepada karyawannya yang beragama Islam, untuk memakai atribut Natal.

“Ya saling menghormati, toleransi dan jaga kerukunan umat beragama,” lanjutnya.

Laporan Riena Fitriani Maris

Rekomendasi Berita