oleh

Libur Idul Fitri Lapas Dipadati Keluarga Napi

LINGGAU POS ONLINE, ULAK LEBAR – Hingga H+6 Idul Fitri 1439 H, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubuklinggau di Jalan Depati Said, Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, masih ramai dikunjungi keluarga Narapidana (Napi).

Pantauan tim Linggau Pos ke lokasi, pukul 09.30 WIB, Rabu (20/60), hotel predeo itu masih ramai dikunjungi keluarga warga Lapas. Karena hari raya Idul Fitri identik dengan hari yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga dan sanak famili.

Sama halnya dengan napi, juga ingin sekali berkumpul dengan keluarganya, dan sangat berharap keluarganya datang untuk membesuknya ke Lapas.

Kepala Lapas Klas IIA Lubuklinggau, Imam Purwanto melalui Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kantib), Senaga Masarita mengatakan hari raya keagamaan, khususnya hari raya Idul Fitri bagi Napi beragama Islam, dijadikan momen para keluarga napi untuk membesuk dan berkumpul bersama, untuk merayakan hari kemenangan, walaupun dalam tahanan.

Saat ini jumlah Napi ada 966 orang, 300 orang merupakan tahanan, sedangkan 666 orang Napi. Lapas ini mulai ramai dikunjungi sejak hari raya Idul Fitri. setiap hari pengunjung datang mencapai 70-100 orang.

“Saat jumlah pengunjung mulai berkurang, berkisar 25-30 orang sehari. Memang khusus untuk hari raya Idul Fitri hingga H+6 , keluarga Napi sanggup antrean di depan pintu masuk Lapas untuk membesuk Napi,” kata Senaga Masarita.

Rita sapaannya menjelaskan, para keluarga yang akan membesuk diatur sedemikian rupa sehingga mereka wajib untuk ikut antre. Pembesuk yang datang lebih awal, posisi antrenya di depan, yang baru datang tinggal mengikuti antrean di belakang. Bagi keluarga yang besuk hanya diberi waktu maksimal 30 menit untuk bertemu Napi.

“Sedangkan untuk waktu buka besuk tahanan mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Istirahat sejenak di lanjutkan pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB,” jelas Rita.

Untuk menjaga keamanan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, tambah Rita, setiap keluarga napi yang sudah masuk Lapas oleh petugas piket di meja penjagaan di pintu masuk tangannya cap/stempel, dan wajib mengalungkan kartu tanda pengenal tamu, sedangkan napi mengenakan seragam napi.

“Saat Napi bertemu keluarganya, mereka tetap dikawal petugas Lapas, di antaranya regu keamanan, staf dan ketertiban,” jelas wanita berjilbab ini.

Menurut Rita, setiap keluarga Napi yang datang diperbolehkan membawa makan, tetapi sebelum masuk harus diperiksa petugas jaga dan makan yang dibawa dilarang menggunakan/dimasukkan dalam benda keras, seperti kaleng dan piring beling, melainkan dimasukkan ke dalam kantong plastik putih dan membawa benda tajam, seperti pisau, dan sendok garpu. Setelah mendapat izin dari petugas maka makanan yang dibawa tadi boleh dibawa masuk untuk disajikan dengan Napi sambil berkumpul.

“Aturan itu dibuat untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Rita. (04)

Rekomendasi Berita