oleh

Lestarikan Adat Istiadat Kota Lubuklinggau

* Walikota Hadiri Pagelaran Seni
* Sekaligus Menyerahkan Insentif untuk Lembaga Adat

WALIKOTA Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe hadiri acara pagelaran seni dengan tema ‘menggali dan mewarisi adat budaya Kota Lubuklinggau’ yang dilaksanakan Lembaga Penasihat Adat (LPA) Kota Lubuklinggau, sekaligus menyerahkan secara simbolis insentif Ketua Lembaga Adat, di Gedung Kesenian Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kamis (14/12).

Dalam kesempatan itu, Nanan sapaan akrab orang nomor satu di Pemkab Lubuklinggau ini turut serta menari saat pagelaran seni dilaksanakan.

Ia turut mengapresiasi apa yang dilakukan oleh LPA. Dan Berharap, dengan adanya pagelaran ini bisa melestarikan serta menggali adat-istiadat yang ada di Kota Lubuklinggau.

“Selain melestarikan adat, melalui LPA masyarakat juga bisa ‘mengadu’ ketika ada permasalahan di lingkungannya. Tentunya, tanpa harus sedikit-sedikit melapor ke pihak kepolisian,” ungkap Nanan.

Ketua LPA Kota Lubuklinggau, H Abunawas melalui Sekretaris LPA, Feri menjelaskan kalau kegiatan kemarin salah satu program kerja LPA Kota Lubuklinggau. Yakni tindak lanjut dari program tentang penelitian adat istiadat. Sebelumnya, pihaknya sudah melaksanakan penelitian selama lebih kurang dua bulan.

Pihaknya bertemu dengan ibu Bahara (70), salah seorang penari khas tari Senjang, lalu Alam Kamis dan beberapa tokoh. Yang pada akhirnya mereka menemukan bahan dua adat istiadat yakni tari Senjang dan mandi Kasai. Dua adat istiadat inilah, yang di pagelaran kemarin.

“Untuk tari Senjang, dipraktikan langsung oleh anak asuh LPA Kota Lubuklinggau. Sementara untuk mandi Kasai, dipraktikkan langsung oleh ibu Bahari. Melalui kegiatan ini kita berharap, kedepan sesuai dengan moto kita, menggali dan mewarisi adat budaya Kota Lubuklinggau,” ungkapnya.

Pihaknya juga berharap, adanya pagelaran ini selain melestarikan adat, juga memberikan edukasi dan pemahaman kepada seluruh masyarakat mengenai adat istiadat Kota Lubuklinggau.

“Makanya selain dihadiri 360 pemangku adat, kita juga mengundang anak-anak hingga masyarakat Lansia untuk menyaksikan pagelaran ini,” lanjutnya.

Terakhir, dilanjutkan dengan pembagian insentif lembaga adat, untuk triwulan IV, yakni Oktober-Desember.

“Saat ini untuk insentif kita memang masih Rp 50 ribu per bulan,” jelasnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita