oleh

Lemang Bungkus Daun Larek Mampu Menahan Kolestrol

LINGGAUPOS.CO.ID – Ramadan membawa berkah untuk setiap orang tidak terkecuali dengan Rusmini (50) yang sudah 11 tahun berjualan kuliner di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Jawa Kanan, Kecamatan Lubuklinggau Timur II Lubuklinggau.

Pada bulan puasa ini tidak menyangka bahwa lemang dibungkus daun larek yang ia jual banyak peminatnya, karena biasanya para pembuat lemang membungkusnya dengan daun pisang.

Rusmini menunjukkan daun larek yang digunakannya untuk membungkus lemang

Rusmini, saat ditemui Selasa (20/4/2021) saat sedang membakar lemang mengatakan, awalnya ia membuat lemang ini dikarenakan suaminya doyan atau suka sekali makan lemang.

Karena ia ada usaha kuliner dan ingin berkembang, lalu ia mendapat masukan dari salah seorang temannya, untuk mencoba membuat lemang menggunakan daun larek.

Dan saat itu ia mulai mencoba membuat dan ternyata enak, namun baru mulai berjualan lemang, pandemic Covid-19, hingga usahanya terpaksa di tutup, karena anjuran Pemerintah untuk kita di rumah saja.

“Awal sebelum covid-19 sudah mulai diperkenalkan, namun belum sempat berjualan kita disuruh untuk tetap di rumah karena corona merebak, dan baru bulan puasa ini mulai berjualan, Alhamdulillah banyak peminatnya,” kata Rusmini saat ditemui di lapaknya.

Dikatakan Rusmini daun larek ini memang enak dibuat untuk membungkus lemang, selain daunnya yang berkhasiat tidak menyebabkan kolestrol, jadi aman untuk makan lemang.

Selain itu juga cara mengeluarkan ketan lemang dalam bambunya juga lebih praktis, karena cukup ditarik lemang sudah bisa dimakan, tanpa harus membelah bambunya.

“Selain tidak membuat kolestrol makannya, orang yang memiliki penyakit maag juga bisa menyantapnya, karena daun larek ini mampu menyerap minyak dan lemangnya lebih gurih,” katanya.

Harga lemang dengan ukuran lebih kurang 30 cm dijual Rp18ribu, selain itu juga ia menyediakan pendamping atau cocolan untuk menyantap lemang tersebut mulai dari srikaya, serundeng, rendang, sambal pedas, dan tapai ketan hitam, dengan harga yang bervariasi setiap menu.

Dalam sehari Rusmini mampu membakar lemang hingga 3 kali perhari selama bulan puasa ini, untuk sekali bakar 70 batang lemang, sehingga total bisa habis 200 batang lemang sehari.

Peminat juga mulai banyak tidak hanya dari Kota Lubuklinggau, tapi ada juga dari Empat lawang, Lahat.

Sedangkan untuk memperoleh daun larek sekarang memang lumayan sulit, karena untuk memperoleh daun larek menurut Rusmini, harus ke daerah yang ada rawa-rawanya, kalau untuk di Lubuklinggau itu di daerah Ulu Malus, bahkan ia sempat memperoleh daun larek ini dari daerah Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). (*)

Rekomendasi Berita