oleh

Lem Aibon, Merusak Fisik dan Mental Anak

Penjelasan DR Mast Idris Usman E

SELAIN denyut jantung meningkat, mual-muntah, dan hilang kesadaran, efek yang ditimbulkan dari menghirup uap lem hampir sama dengan jenis narkoba lain. Yaitu menyebabkan halusinasi, sensasi melayang-layang, dan rasa tenang sesaat meski terkadang efeknya hanya bisa bertahan hingga 5 jam saja.

Hal ini disampaikan Direktur RS Siti Aisyah, dr H Mast Idris Usman E, Kamis (16/11).

Salah satu zat yang terdapat di dalam lem Aica Aibon adalah Lysergic Acid Diethyilamide (LSD).
Pertama kali dibuat secara sintetis pada 1940-an untuk menghilangkan hambatan yang merintangi pada kasus kejiwaan. Halusinogen yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan, seperti kaktus peyote. Halusinogen juga di kenal sebagai psikedelik, bertindak pada susunan saraf pusat untuk membuat perubahan yang bermakna dan sering radikal pada keadaan kesadaran pengguna, juga dapat mengacaukan perasaan kenyataan, waktu dan emosi para pengguna.

Selain itu, kata dr Mast Idris, mereka yang ngelem juga tidak merasakan lapar karena ada penekanan sensor lapar di susunan saraf otak. Inhalen atau biasa yang disebut ngelem oleh anak-anak jalanan merupakan senyawa organik berupa gas dan pelarut yang mudah menguap.

“Inhalen mengandung bahan-bahan kimia yang bertindak sebagai depresan. Depresan memperlambat sistem saraf pusat, mempengaruhi koordinasi gerakan anggota tubuh, dan konsentrasi pikiran,” paparnya.

Selain itu, inhalen juga bisa mengakibatkan kerusakan fisik dan mental yang tidak bisa disembuhkan.

Meski hanya dihirup sekali, efeknya juga bisa fatal jika telah melewati ambang batas yang bisa ditoleransi oleh tubuh.

“Uap lem dan thinner bisa membunuh dalam seketika (kematian mendadak). Ini bisa disebabkan karena sabotase fungsi jantung. Gejala awalnya adalah denyut nadi meningkat dan tidak teratur, lalu tak lama kemudian berhenti untuk selamanya,” papar dr Mast Idris.

Selain itu, yang penting diketahui, uap solven juga bisa mengikat oksigen di sistem pernapasan dan memicu asphyxia atau kekurangan suplai oksigen ke jaringan otak.

“Di kalangan anak jalanan, aktivitas ngelem sering dilakukan dengan kepala ditutup tas plastik agar uap tidak menyebar ke mana-mana. Ketika tubuh sudah terpengaruh uap pelarut, si anak jalanan tidak bisa melepas sendiri plastik penutup tersebut dan akan mati lemas jika tidak ada temannya yang menolong,” tegasnya memperingatkan.

Oleh karena itu cara termudah mencegah kematian akibat penggunaan lem Aibon, adalah tidak mulai menggunakannya sama sekali. Sekali pemakai kecanduan, ia akan memiliki ketergantungan fisik dan psikologis (yang bisa berlangsung seumur hidup). (05)

Komentar

Rekomendasi Berita