oleh

Lebih Dekat dengan Hj Santi Mariami Yakini Silaturahmi Pembuka Pintu Rezeki

Dibalik sosok lelaki yang sukses, pasti ada seorang wanita yang dengan tulus mendampingi dan terus menyebut namanya dalam doa. Begitupun yang dilakukan Hj Santi Mariami, Ketua Himpunan Wanita STKIP-PGRI Lubuklinggau.

MULAI 2017, Hj Santi Mariami memimpin organisasi yang digagas pembentukannya oleh Hj Rogayati Baidjuri itu. Sejak mendapat amanah mendampingi sang suami, Dr H Rudi Erwandi yang memimpin STKIP-PGRI, berulangkali Santi Mariami menggelar kegiatan sosial.

“Sejak kecil, orang tua saya Hj Lakodiyah (almh) dan H Ismail (alm) memang sudah mengajarkan untuk berbagi. Saat itu, ketika saya punya makanan sedikit dan makan di luar rumah, ayah saya bisa marah besar. Namun, saat punya makanan lebih, beliau meminta saya untuk berbagi pada teman-teman. Hal ini pula yang saya terapkan kepada anak-anak di rumah. Termasuk ketika saya berorganisasi,” tutur ibu yang juga aktif di Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Lubuklinggau itu.

Sehingga, terang Santi, dalam berorganisasi pun, ia mengadakan program yang sifatnya sosial untuk membantu sesama. Mulai dari kunjungan ke Panti Jompo Tresna Werdha Budi Luhur, ke panti asuhan, sampai kepada masyarakat maupun mahasiswa kurang mampu.

Bagi Santi Mariami, organisasi bisa jadi tempat yang nyaman baginya untuk bersilaturahmi sekaligus berbagi. Apalagi, kebiasaan itu memang sudah dimulainya sejak masih jadi siswi Sekolah Guru Agama (SGA).

“Berbagi dan silaturahmi itu tidak mengurangi apapun yang kita punya. Justru dari situ, akan terpupuk rasa bersaudara, dan menjadikan kita manusia yang jauh lebih berguna,” jelas alumni S2 Pendidikan Bahasa Indonesia UNIB itu.

Ibu yang juga aktif di Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lubuklinggau itu menerangkan, dari berorganisasi juga terkadang ia bisa mendapatkan banyak ilmu. Yang bermanfaat baginya untuk mendukung karier sang suami, baik sebagai Sekretaris Disdikbud Kota Lubuklinggau maupun saat memimpin STKIP-PGRI.

“Ilmu itu bisa didapat di manapun. Salah satunya organisasi. Bahkan, ketika bapak (Rudi Erwandi, red) baru sebagai pegawai biasa pun saya tetap aktif berorganisasi. Dari situ, justru saya semakin mensyukuri takdir, mengikuti ke mana air mengalir, mulai dari posisi bapak belum apa-apa sampai menjadi seperti saat ini,” tutur Santi yang juga aktif di Majelis Taklim dan BKMT Lubuklinggau Selatan 2 tersebut.

Baik Santi maupun Rudi berkeyakinan, buah dari pertemanan dan keaktifan dalam setiap kegiatan itulah yang membukakan jalan rezeki keduanya.

“Sejak awal, kami berdua tidak punya ambisi khusus mau jadi apa atau menjabat apa. Saya lihat suami serius mengajar, bahkan banyak teman. Ya saya dukung saja. Meski saya juga sibuk mengajar di MTsN Lubuklinggau, saya tetap mendukung kegiatan organisasi yang mendukung karier suami,” imbuhnya.

Bahkan, untuk menambah hangat keharmonisan rumah tangga, Santi memiliki trik khusus yang patut jadi inspirasi.

Ternyata Guru Bahasa Indonesia satu ini, tak pernah lupa untuk menyiapkan makanan bagi suami dan anak-anaknya.

“Ya support istri itu nggak cukup di karier saja. Pastikan suami dan anak makan makanan sehat. Makanya, sebelum saya pergi ke mana-mana, saya selalu masak sendiri, supaya mereka selalu rindu masakan rumah. Kalau enggak masak, bisa jadi beban pikiran saya. Jadi, sesibuk apapun saya, masakan di meja harus buatan tangan saya sendiri,” imbuhnya.

Santi sangat bersyukur pada Allah SWT, memasuki 22 tahun usia pernikahan, keluarganya selalu diberikan kesehatan. Ia ingin terus mengabdi untuk suami dan mendampingi putra-putranya, yakni Nanda Mifta Al Faiz (Mahasiswa Ilmu Komunikasi UII Yogyakarta), Akhmad Fikri Al Akbar (Mahasiswa Akuntansi UII Yogyakarta) dan Muhammad Afif Azmi (Siswa MTs N 1 Lubuklinggau). (*)

Rekomendasi Berita