oleh

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Oleh BPJS Ketenagakerjaan

LINGGAU POS ONLINE, MEGANG SAKTI – Bupati Musi Rawas (Mura), H Hendra Gunawan meresmikan Desa Megang Sakti 2 sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Rabu (15/8). Acara yang berlangsung di Lapangan Merdeka, Desa Megang Sakti 2, Kecamatan Megang Sakti itu disaksikan Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel Arief Budiarto, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muaraenim Nolly Noer Amin, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi H Yapan Slamat, dan Kepala DPMD Mura H Mefta Joni.

Tampak hadir pula, Babinsa Koramil Megang Sakti Effendi Yanto, Kapolsek Megang Sakti Iptu M Romi, Pimpinan Bank Mandiri Cabang Lubuklinggau, Sekcam Megang Sakti Dodi, dan ratusan tamu undangan.

Di hadapan Bupati dan tamu undangan, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lubuklinggau, Agus Theodorus menjelaskan, ada 88 desa di Mura yang telah mendaftarkan perangkat desanya ke BPJS Ketenagakerjaan. Jumlah perangkat desa itu, mencapai 1.878 orang. Artinya, masih 98 desa lagi yang belum mendaftarkan diri di BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara untuk kepesertaan badan usaha atau perusahaan, ada 35 badan dengan jumlah tenaga kerja 2.516 orang

“Terima kasih kepada Bapak H Hendra Gunawan yang selama ini mendukung program pemerintah pusat, dengan membuat regulasi agar tenaga kerja di Mura ini dilindungi jaminan sosialnya. Seperti dengan diterbitkannya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 20 Tahun 2018. Disamping itu, kami juga sedang proses menjalin kerja sama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kesehatan, Sat Pol PP, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mura,” jelas Agus.

Ia juga memohon kepada Bupati Mura agar berkenan mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) terkait pendaftaran tenaga kerja Non ASN atau honorer ke BPJS Ketenagakerjaan. Ia juga meminta Bupati Mura tahun 2019 menyiapkan anggaran khusus dari APBD Mura untuk membantu tenaga kerja yang belum ter-cover di BPJS Ketenagakerjaan ini. jadi anggaran di APBD Kabupaten Mura.

Hal sama disampaikan Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel Arief Budiarto. Ia mengapresiasi adanya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan sosial. Sebagaimana amanat Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, pemerintah mewajibkan masyarakat mengikuti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

“Deadline-nya 2029, setiap masyarakat harus sudah terdaftar sebagai peserta jaminan sosial. Jika terdaftar, masyarakat tidak akan terlunta-lunta ketika sakit maupun mengalami risiko sosial,” terang Arief.

Dengan besarnya perhatian Pemerintah Pusat, ia berharap ini didukung oleh pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Mura.

“Terima kasih pak Bupati Mura yang selama ini selalu mendukung terselenggaranya jaminan sosial masyarakat. Dengan mengeluarkan aturan-aturan yang mendukung. Dengan jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, hidup lebih sejahtera. Dan ketika ditinggalkan sekalipun, istri dan anak tetap bisa bertahan hidup,” terang Arief.

Arief pun mengapresiasi program CSR Bank Mandiri yang siap memback up 1.000 tenaga kerja rentan. Untuk dijamin premi-nya per bulan.

Rasa bangga dan apresiasi juga disampaikan Bupati Mura untuk Kepala Desa Megang Sakti 2, Insan.

“Desa Megang Sakti 2 ini desa terhebat dari 169 desa yang ada di Kabupaten Mura. Saat ini, tinggal BPJS Ketenagakerjaan lagi bagaimana prosesnya meyakinkan ke masyarakat. Dengan layanan yang mudah, tidak berbelit, dan kalau bisa preminya yang murah,” saran dia.

Acara itu, juga dimeriahkan dengan penampilan Sanggar Seni Reog Tri Turonggo Mulyo, dan diwarnai dengan penyerahan santunan meninggal dunia dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris Alm. Purnomo Jumadi warga Desa Giriyoso, Kecamatan Jayaloka sebesar Rp 24 juta. (02)

Rekomendasi Berita