oleh

Latar Belakang Tiga Warga Lubuk Besar yang Jadi Tersangka Rapid Antigen Bekas

LINGGAUPOS.CO.ID – Tiga orang warga Desa Lubuk Besar Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut Kabupaten Musi Rawas menjadi tersangka kasus rapid tes antigen bekas di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Sekretaris Desa Lubuk Besar, Safaruddin membenarkan beberapa tersangka kasus antigen bekas di Bandara Kualanamu, adalah warga di Desa Lubuk Besar.

Ketiganya adalah Devi Jaya (20), Sepipa Razi (19) dan Marzuki (30). Mereka ini dijelaskan Sekdes memang masih ada hubungan keluarga dengan tersangka utama Picandi Mascojaya.

Hubungan Picandi dengan tersangka Devi Jaya, adalah keponakannya. Begitu juga dengan Sepipa Razi juga merupakan keponakan Picandi. Sedangkan Marzuki merupakan adik iparnya Picandi.

“Sementara tersangka R, yang merupakan warga Muara Kelingi, Musi Rawas, belum diketahui apa hubunganya dengan Picandi,” kata Safaruddin saat dijumpai wartawan di rumahnya Desa Lubuk Besar, Sabtu (1/4/2021).

Dia menuturkan untuk Sepipa Razi sudah ikut dengan Picandi sejak taman sekolah SMA. Sekitar 2020 lalu. Serupa dengan Devi yang juga ikut usai lulus SMA. “Keduanya tamatan di SMAN Muara Beliti,” katanya.

Sementara Marzuki, baru hitungan bulan di ajak Picandi bekerja di Medan. Sebelumnya Marzuki bekerja sebagai sopir angkutan desa (angdes).

Sepengetahuan Safaruddin, ketiga warganya itu sejak berangkat bekerja ikut Picandi, belum pernah pulang ke kampung.

Ditambahkannya, Picandi aslinya adalah warga Lubuk Besar. Namun sudah merantau sejak belum menikah. “Bahkan saat SD dulu satu kelas sama saya,” ungkap Sekdes.

Di desa itu, masih ada rumah orang tuanya, yang kadang ditempati oleh ibu Picandi. Sementara ayah Picandi sudah meninggal dunia.

Mendengar berita yang beredar dirinya dan warga kampung sangat kaget. Dan tidak menyangka. “Namun setelah menonton TV, saat polisi merilis tersangka, ternyata memang benar bahwa itu mereka. Bahkan vidio polisi mencegat motor di kawasan bandara, itu adalah Sepipa,” katanya. (*)

Rekomendasi Berita