oleh

Larikan Anak Bawah Umur

LINGGAU POS ONLINE, KARANG JAYA – Bunga (16) yang sempat dikabarkan hilang, kini sudah kembali ke orang tuanya di Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Kemarin, gadis berkulit kuning langsat itu sempat menjalani visum di Rumkitban DKT Lubuklinggau.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek Karang Jaya, AKP Hernawansyah menjelaskan, Bunga dan teman lelakinya, berinisial JN diantarkan perangkat Desa Rantau Telang ke Mapolsek Karang Jaya, sekira pukul 05.00 WIB, Selasa (5/12).

“Mereka berdua ini tadinya sempat keliling Kota Lubuklinggau, Senin (4/12) siang. Lalu ke Desa Rantau Telang. Kalau digerebek itu tidak. Tapi memang yang teman lelakinya ini diamankan di Mapolsek Karang Jaya. Sedangkan Bunga dijemput keluarganya dari Kota Lubuklinggau pukul 06.00 WIB. Kabarnya ada visum, namun kami belum dapat hasilnya,” jelas AKP Hernawansyah.

AKP Hernawansyah membenarkan, bahwa polisi telah menerima laporan dari keluarga korban.

“Awalnya kami koordinasi dengan perangkat desa. Akhirnya benar mereka ke Rantau Telang. Sebenarnya, kalau saat kami mintai keterangan tidak ada istilah melarikan diri itu. Tapi, keduanya sama-sama mau jalan. Hanya masalahnya tanpa izin. Mereka tinggal di kelurahan yang sama. Sampai saat ini, yang teman lelaki Bunga ini masih kami amankan di Polsek Karang Jaya,” jelas AKP Hernawansyah.

Tentang ancaman hukuman, kata AKP Hernawansyah jelas ada. Karena Bunga yang diajak pergi JN ini masih bawah umur.

“Intinya kedua anak ini saat diserahkan ke Polsek Karang Jaya dalam kondisi baik-baik,” jelas AKP Hernawansyah lagi.

Sementara Psikolog Irwan Tony menjelaskan, masa remaja erat kaitannya dan sering sekali dihubung-hubungkan dengan yang namanya kenakalan remaja. Masa remaja secara umum merupakan peralihan transisi dari masa kanak-kanak ke masa remaja.

“Sebenarnya kenakalan itu timbul akibat dari ketidakmampuan anak dalam menghadapi tugas perkembangan remaja yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Yang bisa disebabkan, karena kurangnya kasih sayang dan pengawasan orang tua, peran dari perkembangan Iptek yang berdampak negatif, dasar-dasar agama yang kurang bisa juga akibat kebebasan yang berlebihan.

“Dan tak jarang juga akibat dari masalah yang dipendam,” jelas Irwan.

Cara mengatasinya, remaja perlu membentuk ketahanan diri agar tidak terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

Guru yang mempunyai sifat adil terhadap siswa. Perlunya pembelajaran agama yang dilakukan sejak dini. Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun. Adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi.

Irwan menegaskan, kegagalan yang mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri dapat dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan

“Untuk mencegah agar tidak terulang, butuh kemauan orang tua untuk membenahi kondisi keluarga, sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja. Lalu, remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orang tua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul,” tutupnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita