oleh

Larangan Merokok Dilanggar

Pihak RS Kewalahan Tegur Pengunjung

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – Meskipun sudah ada larangan untuk merokok di Kawasan Tanpa Rokok (KTR), salah satunya di Rumah Sakit Siti Aisyah (RSSA) Jalan Pembangunan Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, namun masih dilanggar sejumlah pengunjung.

Pantauan Linggau Pos, Selasa (5/12) pukul 09.00 WIB, masih ada sebagian pengunjung yang merokok di lingkungan rumah sakit. Hal tersebut disayangkan oleh sejumlah pengunjung lainnya.

Idah (45) seorang ibu dari pasien mengeluhkan masih adanya pengunjung yang merokok. Bahkan ia pernah menegur keluarga salah satu pasien yang merokok, namun tak dihiraukan.

“Jelas kami keberatan ada keluarga pasien atau pengunjung yang merokok, apalagi dekat anak-anak yang dirawat. Saya sempat ingatkan yang merokok. Tapi orang itu tidak menghiraukan. Padahal, terang-terangan ada tulisan merah dilarang merokok,” ungkapnya dengan nada kesal.

Ia pun berharap pihak RSSA melalui petugas keamanannya, bertindak tegas terhadap masih banyaknya orang yang merokok di sana.

Salah seorang pengunjung rumah sakit yang merokok DL (43) mengaku, sudah mengetahui adanya larang merokok di RSSA. Namun ia tidak menghirau larangan tersebut, karena dia merasa merokoknya di tempat terbuka, bukan di dalam di ruangan.

“Saya tahu ada larangan. Lagian saya kan merokoknya di tempat terbuka, bukan di dalam ruangan rumah sakit ini,” ucapnya.

Ia merasa tidak juga terganggu kalau merokok di luar ruangan. Kebanyakan para pengunjung kalau mau merokok secara diam-diam dan sembunyi takut ada datang petugas.

“Ya, saya merokok tidak sering-sering di sini, kalau lagi ada petugas yang keliling rokoknya dimatiin. Lagian, paling cuma ditegur saja sama mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Petugas keamanan security RSSA, Ryan (27) mengatakan ia kewalahan menegur keluarga pasien dan penjenguk yang masih merokok. Banyak dari mereka yang beralasan dan tidak menghiraukan teguran dari pihak.

“Kami kewalahan tegur para pengunjung, kalau ada yang kedapatan merokok saat ditegur di padamnya, tetapi saat kami lari, di belakang kami ia merokok lagi. Iya, memang benar dia merokok tidak di ruangan di tempat terbuka, tetapi ini rumah sakit bukan tempat umum, intinya kesadaran pengunjung itu sendiri,” jelasnya

Larangan ini akan lebih perketat lagi, biar para pengunjung akan sadar bahwa merokok di area rumah sakit itu dilarang.

“Bagi para pengunjung yang pendapatan merokok saat kami patroli, akan dikeluarkan dari rumah sakit, biar dia jera,” ungkapnya.(CW01)

Komentar

Rekomendasi Berita