oleh

Laptop Guru Tak Nganggur Lagi

LINGGAU POS ONLINE, MUARA LAKITAN – Teknologi menjadi sangat bermanfaat jika digunakan dengan baik. Tepat guna. Misalnya mengetik soal-soal ulangan siswa, membuat bahan ajar, membuat surat resmi, dan lain-lain.

Beberapa guru di SDN Pian Raya, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas telah memiliki laptop ditambah dengan satu laptop sekolah yang dijadikan tumpuan untuk mengurus berbagai macam bentuk administrasi. Sayangnya, laptop tersebut lebih sering digunakan untuk menonton film karena tidak memiliki televisi. Atau digunakan untuk mendengarkan lagu. Selebihnya, tersimpan cantik di dalam tas para guru.

Menurut Pengajar Muda XIV Indonesia Mengajar, Ikerniaty Sandili yang mengabdi di SDN Pian Raya, jika musim ulangan tiba, laptop-laptop mereka tidak membantu apapun. Mereka tetap menulis soal berpuluh-puluh di kertas album, dan menyerahkannya pada operator sekolah untuk diketik.

“Karena itu, sesuai dengan kesepakatan rapat evaluasi program awal semester genap, kami sepakat membuat forum diskusi setiap dua minggu sekali. Pembahasannya sesuai kebutuhan. Jika ada guru yang mewakili sekolah pada pelatihan A misalnya, ia akan membagikan ilmu yang ia dapatkan pada guru lain di forum itu,” tutur Ikerniaty, saat dibincangi Selasa (10/4).

Seperti Senin 9 April 2018 lalu, kali pertama sejak forum diskusi disepakati. Sebelum sebelumnya, kata Ikerniaty, diskusi tetap berjalan. Mengalir begitu saja di ruang guru atau kantor ketima pagi hari, jam istirahat, atau ketika hendak pulang.

“Untuk kali pertama, kelas share, membahas penggunaan laptop yang dasar. Minimal para guru bisa mengoperasikan Microsoft Word baru kemudian Microsoft Excel,” tuturnya.

Di awal, kelas sedikit gaduh karena guru-guru masih canggung. Tapi 30 menit berlalu, mereka mulai bisa pelan-pelan mencoba menyalakan laptop, membuka Microsoft Word, mengetik 3 kalimat pertama, menghitamkan tulisan (bold), rata tengah (center), dan membuat garis (line), serta menggunakan capslock untuk huruf kapital. dilanjutkan dengan meng-off-kan laptop.

Pelajaran pertama mereka adalah membuat kop surat resmi dengan mempraktikkan teori yang sudah dijelaskan fasilitator Seorang Guru Garis Depan (GGD) Ayu Indah, dibantu tiga co-fasilitator yakni Apransi (GGD), Ikerniaty Sandili (Pengajar Muda Indonesia Mengajar), dan Saifudin (operator sekolah).

Ikerniaty dan rekan-rekannya bersyukur, Kepala SDN Pian Raya sangat mendukung kegiatan ini, sebagai tindak lanjut yang disepakati bersama waktu itu. Demikian para guru, sangat antusias. Sebab, tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, para guru juga dilatih public speaking yang tentunya berbeda dengan di depan siswa. karena setiap pembahasan, akan disampaikan oleh orang yang berbeda sebagai media latihan dan pengembangan diri.(02)

Rekomendasi Berita