oleh

Laporan BOS ke Dua Kementerian

Kabid Dikdas Abdul Kadir
“Kalau dulu pemerintah Kabupaten tidak mengetahui rincian penggunaan dana BOS. Akan tetapi sekarang sudah bisa mengetahui ke mana saja sekolah harus menggunakannya….”

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Muratara mewanti-wanti agar Kepala Sekolah (Kasek) tidak terjebak menyelewengkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Caranya, Disdik menggelar sosialisasi pelaporan dana BOS reguler pusat.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di SMP Negeri 1 Rupit dengan peserta yang mengikuti bendahara dan kepala SD dan SMP se-Kabupaten Muratara.

Kadisdik Kabupaten Muratara, Abd Rahman Wahid melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Abdul Kadir menjelaskan dengan adanya aturan baru sistem atau tata cara pelaporan penggunaan dan BOS. Mengingat selama ini laporan hanya mengacu pada aturan Kemendikbud tahun 2016.

“Namun sekarang sekolah harus membuat dua laporan yaitu laporan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri),” jelasnya.

Perbedaannya sekarang, lanjutnya kalau dulu pemerintah Kabupaten tidak mengetahui rincian penggunaan dana BOS. Akan tetapi sekarang sudah bisa mengetahui ke mana saja sekolah harus menggunakannya.

“Memang pada saat pencairan itu langsung ke rekening sekolah. Namun bisa mengetahui jumlah sekolah yang dapat,”bebernya.

Dirinya mengingatkan kepada seluruh sekolah supaya benar-benar mengelola dana BOS dan harus sesuai penggunaannya dengan Petunjuk dan Teknis (Juknis) yang ada.

“Jadi jangan main-main sekolah untuk menyalahgunakan dana BOS, apalagi sekarang pelaporannya ada dua dan juga Pemkab mengetahui rincian pengunaan dan BOS,” ingat Abdul Kadir. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita