oleh

Lapas Kelas IIA Gelar Safari Ramadhan

LINGGAU POS ONLINE-  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lubuklinggau menggelar kegiatan Safari Ramadan dan buka bersama dengan warga binaan, Senin (21/5) pukul 16.00 WIB di Aula Lapas. Kegiatan tersebut dihadiri Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe dan Wakil Walikota (Wawako) H Sulaiman Kohar, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Sumatera Selatan (Sumsel) Dr H Sudirman D Hury, dan Kepala Divisi Permasyarakatan Sumsel Giri Purba.

Pada pelaksanaan kegiatan, di tampilkan beberapa pementasan seperti pembacaan Alquran, kreativitas dari warga binaan. Salah satunya Qasidahan dari warga binaan wanita dan perunjukan band Terabezo (Terali Besi Obak), yang merupakan artis lokal dari warga binaan.

Dr H Sudirman D Hury dalam kesempatan itu juga mengukuhkan paguyuban bakti Pengayoman Kota Lubuklinggau dan memberikan surat kepengurusan paguyuban purna bakti yang telah dilaksanakan.

Menurutnya, paguyuban ini merupakan paguyuban eksklusif yang terdiri kepengurusan yang menghimpun para warga binaan, di mana setelah keluar dari Lapas mereka berubah menjadi santri dan kental dengan keagamaan. “Kita akan menyusun beberapa program kerja yang diisi dari Kepala Lapas Kelas IIA Lubuklinggau, dan Lapas Kelas IIA Narkoba, dan Rutan Surulangun di Muratara untuk serempak melaksanakan program yang akan dilaksanakan,” kata Dr H Sudirman D Hury.

Ia menyampaikan dengan Walikota Lubuklinggau, terkait kondisi Lapas yang sudah melebihi dari kapasitas. Seperti untuk Lapas Kelas IIA Lubuklinggau berkapasitas untuk 500 warga binaan, akan tetapi sekarang telah diisi lebih dari 910 warga binaan. Hal itu melebihi dari kapasitas yang disediakan.

“Untuk kamar di Lapas Lubuklinggau seharusnya diisi sebanyak 15 orang, namun karena kurangnya jumlah kamar dan terusnya bertambah warga binaan, sekarang kamar diisi sedikitnya 45 warga binaan dalam satu kamar,” kata D Hury.

Selain Lapas Lubuklinggau, Lapas Narkoba Kelas IIA Muara Beliti memiliki kondisi yang sama melebihi dari kapasitas yang di tentukan. sekarang untuk kapasitas seharusnya diisi sebanyak 250 warga binaan, namun kini lebih dari 600 warga binaan.

Mendengar kondisi tersebut, Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe menyampaikan akan menghibahkan anggaran Rp1 miliar – Rp1,5 miliar pembangunan blok di Lapas Kelas IIA Lubuklinggau. “Selain Lubuklinggau, saya juga meminta bantuan untuk Musi Rawas dan Muratara untuk juga menghibahkan anggaran untuk pembangunan perluasan blok di Lapas tiap daerahnya,” ungkapnya. (CW04)

Rekomendasi Berita