oleh

Lansia Sebatang Kara Dibantu Homecare Dinsos

LINGGAU POS ONLINE, Q2 WONOREJO – Miris jika kita melihat kehidupan Ahmad. Seorang Lanjut Usia (Lansia) berusia 72 tahun yang tinggal di sebuah gubuk tak layak huni di Desa Q2 Wonorejo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas.

Selain tak dapat melihat jelas karena menderita penyakit Katarak di bagian matanya, Ahmad juga tak memiliki pekerjaan. Hidupnya hanya mengandalkan belas kasih dari tetangganya. Sehingga di bulan Ramadan ini sempat berhembus isu di Media Sosial (Medsos) khususnya Facebook (FB) jika kakek yang sudah lama ditinggal pergi istrinya itu, minum air comberan yang ada di siring dekat rumahnya. Tapi, rumor itu dibantah oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Musi Rawas, Agus Susanto.

“Tidak benar isu itu. Mboknya kalau mengekspos di Medsos lewat FB itu sesuai dengan data yang sebenarnya, jangan sembarangan. Sebab bisa menyesatkan informasi yang tidak benar tersebut,” ungkap Agus Susanto, yang sudah menyambangi rumah Ahmad bersama Kabid Rehabilitasi Sosial, Muslimin, bersama Sekcam Tugumulyo, M Badrun, dan Kades Q2 Wonorejo, Sucipto, Kamis (24/5) sekitar pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Agus, sapaan dari mantan Camat Tugumulyo ini menyatakan saat mendatangi langsung Ahmad di kediamannya, mereka melihat fakta yang sebenarnya. Jika Ahmad sendiri sebenarnya hidup sebatang kara.

“Ia sudah lama tinggal di Kabupaten Musi Rawas, hampir 46 tahun. Sebelumnya dari keterangan diberikannya, bekerja dengan mencari kayu bakar di dekat tempat tinggalnya. Saat itu matanya belum terkena katarak, dan sekarang sudah terkena penyakit itu,” ungkap Agus diamini Muslimin di rumah dinas Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan, tadi malam.

Agus meneruskan, selama ini hidup Ahmad hanya mengandalkan bantuan dari tetangganya, meski sebelumnya sudah disiapkan tempat tinggal dari pihak desa. Agus memastikan perhatian dari pemerintah desa maupun Pemkab Mura melalui Dinsos, telah dilakukan.

“Sebelumnya kami pernah mendatangi rumah Ahmad ini, dan tadi siang itu merupakan kunjungan kedua kalinya,” imbuh Agus menyebutkan, saat kunjungan kedua ini, mereka memberikan bantuan untuk Lansia tersebut, berupa beras, telur dan lain-lain. Dan diterima oleh Ahmad dengan sukacita meski matanya mulai tak melihat.

Saat kunjungan kemarin, dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Ahmad oleh petugas dari Pustu Q2 Wonorejo. Hasilnya, kesehatan Ahmad dalam kondisi baik. Oleh karena itu, Agus menyatakan pihaknya tetap memerhatikan keadaan Ahmad, dengan memasukkan ke dalam program Homecare dari Dinsos.

“Homecare ini sifatnya bantuan makanan untuk Ahmad dengan memberikannya sebanyak enam kali dalam bentuk makanan mentah. Nanti ada pihak desa dan pendamping yang melihatnya,” jelas Agus menambahkan, pihaknya sendiri telah lakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menangani katarak dialami Ahmad.

Ia berharap penyakit yang diderita Ahmad dapat sembuh nantinya, setelah dilakukan operasi. (08)

Rekomendasi Berita