oleh

Lambat Usulkan Bantuan Replanting, Tim PSR Dirjenbun Datangi Muratara

LINGGAU POS ONLINE – Tim Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Direktoral Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) RI, Arifin Pangaribuan kunjungi Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Jumat (6/9). Kunjungannya kali ini, untuk meninjau calon penerima PSR di Muratara.

Kedatangannya ini, juga untuk mendorong percepatan pengusulan lahan PSR dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara. Dikatakan Arifin, Kabupaten Muratara sampai saat ini belum melakukan mengajukan usulan berapa luas lahan yang akan dilakukan peremajaan atau replanting.

“Kami datang untuk melihat apa kendalanya, yang membuat Muratara lambat mengajukan usulan bantuan replanting,” kata Arifin.

Diungkapkan Arifin, akhir Desember 2019 setiap daerah sudah harus mengajukan jumlah lahan yang akan dilakukan replanting, agar proses PSR dapat segera terealisasi.

“Setelah kita temui di lapangan, baru ada Gapoktan yang siap mengajukan dengan jumlah lahan lebih kurang 600 hektare,” jelasnya

Sedangkan kendala mereka dapati di lapangan, kelengkapan administrasi dari perkebunan sawit rakyat yang belum memenuhi syarat. Untuk itu ia mengaku siapa yang belum memenuhi syarat, akan mereka bantu selesaikan. Pihaknya juga langsung bertemu kepada pemilik lahan, sekaligus sosialisasi program PSR.

Ia melanjutkan, dalam pengajuan bantuan PSR, Kabupaten Muratara mendapatkan kuota sebesar 2500 hektare.

“Memang ada jatah kuota, namun itu tidak harus, Semakin banyak akan semakin baik,” ungkapnya.

Lanjutnya, Sawit yang akan replanting yang telah berusia 25 tahun, serta sawit yang produksinya bawah 10 ton per tahun. Bahkan sawit yang bibitnya dirasa buruk, juga boleh diajukan asal petani bersedia dilakukan replanting.

Sementara sistem pencairan dana bantuan untuk replanting, ia mengatakan hal tersebut akan dilakukan secara bertahap.

“Tergantung progres, ada pengerjaan baru pengusulan. Pencairan melalui bank, yang diminta oleh penerima sendiri,” tegasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara, Suhardiman melalui Kabid Perkebunan, Umi Wijianti mengatakan pihaknya akan bekerja keras mencapai target yang didapatkan demi membantu petani sawit Muratara.

Umi membenarkan, kalau kesulitan di lapangan masih banyak lahan yang sengketa, serta administrasi lahan milik masyarakat masih kurang memadai.

Laporan Fahmilan Jadidi

Rekomendasi Berita