oleh

Lakukan KDRT, Fikri Dituntut Empat Bulan Penjara

LINGGAU POS ONLINE, SIDOREJO – Kgs Muhammad Fikri (30) duduk di kursi pesakitan. Warga Jalan Garuda Putih Kelurahan Bandung Kanan, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU), Gunawan dengan empat bulan penjara.

Terdakwa dituntut JPU karena diduga melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Hal ini terungkap pada persidangan di Ruang Sidang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Kamis (11/1).

Persidangan itu dipimpin Ketua Majelis Hakim, Syahreza Papelma didampingi hakim anggota Ferdinaldo dan Tatap Situngkir, yang memulai sidang sekitar pukul 15.45 WIB.

Di hadapan majelis hakim, JPU Gunawan membacakan surat tuntutan terdakwa Kgs Muhammad Fikri menyatakan terbukti bersalah. Serta memaparkan Undang-Undang (UU) kekerasan fisik dalam lingkungan rumah tangga di dalam persidangan.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencarian atau kegiatan sehari-hari, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 44 ayat (4) UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga,” jelas JPU Gunawan di persidangan.

Dengan terbuktinya Kgs Muhammad Fikri, JPU Gunawan yang menangani kasus itu menjatuhkan hukuman pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 4 bulan (empat bulan) dikurangi massa penangkapan dan penahanan dengan perintah tetap ditahan.

Ketua Majelis Hakim, Syahreza Papelma menyampaikan di penghujung persidangan bahwa sidang lanjutan akan dilaksanakan pada pekan depan, dengan agenda pembacaan putusan terdakwa.

“Kita akan melakukan musyawarah terlebih dahulu guna memberikan putusan yang seadil-adilnya, agar tidak ada yang terlewatkan,” kata Syahreza Papelma dalam persidangan.

Perlu diketahui yang membuat terdakwa KGS Muhammad Fikri harus duduk di kursi pesakitan, bermula sekitar pukul 03.00 WIB pada Selasa 15 Agustus 2017 lalu, di mana saat itu terdakwa dari tempat temannya, dan akan pulang ke rumahnya. Setiba di rumahnya lalu terdakwa dibukakan pintu oleh korban SN yang merupakan istri sah terdakwa sendiri.

Namun saat dibukakan pintu oleh istrinya, korban tidak melihat ke arah terdakwa, dan diduga dalam keadaan kesal. Lalu sesampai di kamar mereka, kemudian terdakwa menanyakan kepada korban, kenapa mukanya dalam keadaan seperti tidak senang.

Lalu terdakwa menduga istrinya tersebut selingkuh, sehingga membuat istrinya tidak senang, dan terjadi cekcok mulut antara keduanya. Dikarenakan emosi korban berani melawan, membuat terdakwa langsung menampar pipi korban SN sebelah kiri dengan menggunakan tangan kanan, dan selanjutnya terdakwa juga melemparkan ke paha sebelah kiri dengan menggunakan rokok elektrik. Akibatnya korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib.(19)

Komentar

Rekomendasi Berita