oleh

Laka Tunggal Tak Ditanggung Jasa Raharja

LINGGAU POS ONLINE – Jasa Raharja tidak menanggung atau membiayai korban kecelakaan tunggal. Selain itu, untuk mengklaim biaya asuransi Jasa Raharja wajib ada laporan ke pihak kepolisian. Informasi ini disampaikan oleh Penanggung Jawab Kantor Jasa Raharja Lubuklinggau, Andi Logosilaba kepada wartawan, Rabu (28/8).

Andi sapaan pria tinggi ini menjelaskan Kantor Jasa Raharja Lubuklinggau membawahi Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Angka kecelakaan cukup tinggi ada di Kabupaten Musi Rawas, khususnya daerah perbatasan.

Data yang dimiliki Jasa Raharja berdasarkan laporan ke pihak kepolisian, baik Polres Lubuklinggau maupun Polres Mura.

“Jumlah pastinya ada di Kantor Lahat, dominan luka berat dan meninggal dunia,” ungkap Andi Logosilaba.

“Makanya kami mengimbau masyarakat, jika terjadi kecelakaan baik tersenggol, maupun terserempet segera lapor ke pihak kepolisian. Selanjutnya kami akan melakukan pengecekan di Rumah Sakit (RS),” jelas Andi.

Ditambahkan Andi, saat ini Jasa Raharja bekerja sama dengan tiga RS, yaitu RS Siti Aisyah, RS Sobirin, dan RS AR Bunda, namun kedepan akan dilakukan kerja sama dengan puskesmas dan klinik. Pemberian santunan mengacu pada Undang-Undang (UU) No.334 Tahun 1994 tentang Sumbangan Wajib dan Iuran Wajib.

Korban kecelakaan luka-luka akan diberikan maksimal biaya perawatan Rp20 juta, dengan tambahan Rp1 juta peruntukan penggantian P3K, biaya ambulance maksimum Rp500 ribu.

“Mengacu ke UU tersebut setiap warga negara yang menjadi korban kecelakaan wajib ditanggung Jasa Raharja, kecuali kecelakaan tunggal,” tegasnya.

Untuk korban meninggal dunia mendapatan asuransi Rp50 juta langsung diberikan ke pihak ahli waris. Menurut Iwan, ini keuntungan membayar pajak kendaraan.

Sementara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lubuklinggau, Agus Theodorus menegaskan untuk kecelakaan kerja baik yang ditanggung Jasa Rahaja ataupun tidak, pihaknya masih tetap menanggung biaya kecelakaan kerja bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Hanya saja, kecelakaan yang dialami harus betul-betul kecelakaan kerja.

Pria yang karib dipanggil Theo ini menjelaskan, untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan yang tidak ditanggung Jasa Rahaja maka dari awal pemulihan hingga sembuh BPJS Ketenagakerjaan yang tanggung.

“Namun bagi peserta yang ditanggung juga oleh Jasa Raharja, maka biaya per Rp20 juta ditanggung oleh Jasa Rahaja. Sisanya baru kita (BPJS Ketenagakerjaan),” tegasnya.

Hingga akhir Agustus 2019, setidaknya ada 21 kali kejadian kecelakaan di wilayah hukum Polres Lubuklinggau. Dari 21 insiden kecelakaan itu, terdapat 18 orang meninggal dunia, 5 orang luka berat dan 14 orang luka ringan, dengan total kerugian materil sekitar Rp172.350.000. Dari korban yang mengalami kecelakaan itu, ada yang dapat asuransi Jasa Raharja dan ada yang tidak.

Hal ini disampaikan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono melalui Kanit Laka Polres Lubuklinggau, Iptu Jemmy Amin Gumayel.

Jemmy sapaan akrabnya menjelaskan ada berbagai syarat yang harus dipenuhi oleh korban kecelakaan, baik yang meninggal dunia maupun luka berat untuk mendapatkan Jasa Raharja. Salah satunya, adanya laporan polisi atas insiden kecelakaan tersebut.

“Kami hanya membuat laporan insiden kecelakaan, selebihnya diserahkan kepada Jasa Raharja untuk memprosesnya,” jelasnya.

Menurutnya, memang ada beberapa syarat lainnya yang harus dipenuhi untuk mendapatkan Jasa Raharja, dan beberapa kriteria kecelakaan yang bisa mendapatkan Jasa Raharja. Pihaknya sebagai aparat penegak hukum hanya memfasilitasi saja, agar korban kecelakaan maupun keluarganya untuk berkoordinasi dengan tim Jasa Raharja.

“Korban maupun keluarga korban berkoordinasi sendiri dengan Tim Jasa Raharja, terkait apa-apa saja persyaratan yang harus dipenuhi oleh mereka,” ujarnya.

Hal sama juga disampaikan Kapolres Mura, AKBP Suhendro melalui Kasat Lantas, AKP Dani Prasetya.

Tahapan dalam cara buat surat keterangan Lakalantas dari kantor polisi terdekat itu pertama, laporkan kejadian kecelakaan lalu lintas ke Polsek atau Polres, setelah menerima laporan adanya kecelakaan, Unit Laka Kepolisian akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Anggota akan datang ke TKP untuk memberikan pertolongan kepada korban dan mengamankan TKP,” katanya.

Selanjutnya, unit Laka akan melakukan pengamanan barang bukti, olah TKP, sket TKP dan foto TKP. Selain itu, melakukan pencatatan keterangan saksi-saksi.

“Setelah semua barang bukti dan data TKP terkumpul, penyelidikan lalu dilakukan. Jadi tidak langsung selesai, kami kemudian melakukan penyelidikan,” ucapnya.

Setelah penyelidikan, baru surat keterangan laporan kecelakaan terbit. Jika proses dilanjutkan ke tahap pengadilan, berkas dilimpahkan ke pengadilan bersama penetapan tersangka jika ada korban meninggal dunia.

“Kami juga lakukan koordinasi untuk pengajuan klaim asuransi Laka Lantas ke PT Jasa Raharja,” jelasnya. (nia/rfm/aku/dlt)

 

Rekomendasi Berita