oleh

Lahan Sawah ‘Disulap’ Jadi Kebun Bunga

LINGGAU POS ONLINE, TUGUMULYO – Dua pekan terakhir, kebun bunga Matahari di Desa Ngadirejo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura) menjadi viral di Media Sosial (Medsos) Instagram dan Facebook karena keindahannya. Banyak anak muda yang berswafoto saat berada di kebun bunga Matahari itu, untuk ke lokasi ini juga tidak sulit.

Dari jalan utama masuk ke Jalan Diponegoro menuju Desa Ngadirejo. Dari situpun hamparan bunga Matahari berwarna kuning sudah terlihat menarik perhatian.

Untuk masuk ke area kebun bunga Matahari, pengunjung perlu menyiapkan kocek Rp 10 ribu per orang untuk dewasa, dan anak-anak Rp 5 ribu. Beruntungnya, ketika masuk tidak ada biaya tambahan dan untuk parkir pun cuma-cuma alias gratis.

Ketika masuk, pengunjung akan lebih dulu melintasi kebun belimbing dan jagung. Lokasi ini tampaknya merupakan sawah yang disulap menjadi kebun bunga Matahari. Ukurannya persis sepetak sawah dan ratusan batang bunga Matahari mekar di lahan tersebut.

Ada beberapa titik masuk bagi pengunjung untuk menuju ke dalam kebun. Pengunjung dapat berfoto di antara batang bunga Matahari yang tumbuh cukup tinggi. Atau pengelola juga menyiapkan beberapa titik khusus untuk swafoto berupa tangga kayu yang dapat dinaiki hingga empat orang.

Riska (19) pengunjung asal Kelurahan Tanah Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II menurutnya, ide kebun bunga Matahari ini sangat bagus. Mengingat saat ini warga memang menyukai wisata alam yang bagus untuk berswafoto.

Namun, ia menyarankan bagi pengunjung lain yang akan datang, sebaiknya membawa payung atau pelindung dari panas. Pasalnya, ketika cuaca panas terik, maka akan terasa sangat menyengat.

“Bagus sekali untuk swafoto dan ini pertama kali ke sini, sebaiknya kalau kesini bawah payung. Karena tidak ada tempat untuk berteduh,” kata Riska, kepada Linggau Pos, Senin (2/7).

Riska berharap, untuk pihak pengelola supaya menambahkan lagi bunga-bunga lainnya. Dan tambahkan lagi fasilitas lainnya, agar para pengunjung akan beta saat di sini.

Sementara itu, Edi Yosep (30) seorang penjaga kebun bunga Matahari itu mengatkan, kebun ini baru dikembangkan. Dan hasil karya warga Desa Ngadirejo sendiri, memang sebelumnya bekas lahan sawah.

“Lebih kurang dua Minggu ini kebun bunga Matahari diserbu pengunjung, dahulu ini lahan sawah dikarenakan sawahnya tidak dialiri air maka dibuatlah kebun bunga ini,” kata Edi.

Dikatakan Edi, pengunjung dalam sehari mencapai 50 orang, baik dari wilayah Kecamatan Tugumulyo atau dari luar, seperti Lubuklinggau dan lainnya.

“Kita berharap, dengan adanya kebun seperti ini maka dapat untuk menambah wisata di Kecamatan Tugumulyo,” harap Edi. (04)

Rekomendasi Berita