oleh

Lagi Santri Muratara Meninggal Dunia

MURATARA – Kabar duka kembali datang dari Santri Program 1.000 Tahfizd bimbingan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Pemkab Muratara).

Santriwati bernama Meliya (15), anak pasangan Amril dan Maryam, siswa 1 MTA Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amien Perenduan Madura, asal Muara Kulam Kecamatan Ulu Rawas Muratara, meninggal dunia pada Rabu (30/1) pukul 04.00 WIB di rumah sakit Madura.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Muratara, Ilyas melalui Kasi Pelayanan dan Kesehatan, Mirwan menjelaskan pihaknya mendapatkan informasi meninggalnya Meliya dari Ustad Jakfar pengurus Ponpes Al-Amien.

Menurut Mirwan, disampaikan santriwati tersebut meninggal dunia, dikarenakan menderita sakit typus dan maag.

Almarhumah Meliya.

“Berdasarkan informasi yang kami dapat dari Ustad Jakfar, almarhuma dirawat di rumah sakit selama satu minggu. Sebelum meninggal dunia, Meliya dijelaskan kehilangan nafsu makan,” jelasnya, Kamis (31/1).

Jenazah Meliya dikatakannya, akan dipulangkan ke Muratara. Direncanakan dari Bandara Juanda Surabaya, almarhum diangkut ke Jambi.

“Kami mewakili Pemkab Muratara, menjemput di Jambi. Kemudian kami antar ke rumah duka,” ungkapnya.

Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat menjelaskan atas nama Pemkab Muratara menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Meliya.

Bupati berharap kepada keluarga yang ditinggalkan dapat bersabar dan ikhlas atas cobaan yang diberikan oleh Allah SWT.

“Ikhlaskan, anak kita ini meninggal dalam keadaan menuntut ilmu agama, insya Allah khusnul khotimah,” katanya.

Menurut Bupati, Allah SWT sudah mengatur rezeki, jodoh, serta ajal setiap hambanya. Sehingga ketika ajal manusia tiba, maka tidak seorang pun dapat menghalanginya.

“Tiba masanya, tidak bisa dimaju atau dimundur satu detik pun,” ujarnya.

Bupati mengajak masyarakat Kabupaten Muratara untuk mendoakan para santri program beasiswa Tahfidz Quran yang saat ini tengah mengenyam pendidikan di pondok pesantren ternama di Pulau Madura dan Sumatera Barat agar senantiasa diberikan kesehatan dalam menuntut ilmu.

“Kita doakan anak-anak kita yang saat ini masih berjuang menuntut ilmu di Madura dan Sumatera Barat semoga mereka sehat selalu. Untuk almarhumah anak kita Meliya semoga diterima di sisi Allah SWT,” ucap Bupati.

Ini merupakan kali kedua santri 1.000 tahfiz binaan Muratara meninggal dunia di Madura, sebelumnya santri asal Desa Noman. (cw3)

Rekomendasi Berita